BREAKINGNEWS.CO.ID - Masakan Indonesia memang patut dibanggakan. Kuliner Indonesia merupakan salah satu masakan terlezat di dunia dengan bumbu rempah-rempah yang begitu lengkap. Ragam masakan Indonesia pun begitu banyak dan rata-rata membuat orang menelan ludah hanya dengan melihat gambar masakannya saja. Perkembangan ragam kuliner nusantara tentu tak dapat dipisahkan dari kehadiran orang-orang asing yang pernah menetap di Indonesia. Fenomena lintas budaya yang terjadi menciptakan suatu keunikan tersendiri dalam kuliner Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, kuliner asli Indonesia ada yang tetap hidup, juga ada pula yang terlupakan. Hal tersebut tak lepas lantaran fenomena kuliner kekinian yang merambat dan tumbuh tak terbantahkan. Untuk menyiasati fenomena ini, ada salah satu perusahaan katering terkenal di Ibu Kota yakni Nendia Primarasa. Nendia Primarasa berkantor di Jalan Bina Harapan 38-A, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Nendia Primarasa terlahir dari sepasang manusia yang sangat menghargai kekayaan yang dimiliki Ibu Pertiwi. Mereka adalah H.Heru Pujihartono dan Resti Nendia. Bagi Heru, Nendia Primarasa senantiasa berupaya memberikan yang terbaik, baik dalam jasa (pelayanan) dan citarasa. Nendia Primarasa, untuk Heru bukan hanya sekadar bisnis kuliner, melainkan di dalamnya mempertahankan budaya Indonesia.

"Nendia Primarasa juga membentuk kewajibannya sebagai karya anak bangsa, untuk mempertahankan dan menghargai keanekaragaman Indonesia. Secara tidak langsung saya harus menjadi salah satu yang harus mempertahankan budaya itu. Di tengah-tengah jutaan kuliner yang tidak tahu asal-muasalnya," kata Heru kepada Breakingnews.co.id, Minggu (30/12/2018).

Heru mengungkapkan, Nendia Primarasa terlahir sebagai sarana untuk membantu masyarakat dalam melakukan suatu prosesi budaya, pernikahan, "Tidak dipungkiri sekarang muncul kuliner-kuliner yang membuat selera kita menjadi tinggi. Di tengah derasnya dunia kuliner bermunculan, kuliner tradisinonal itulah yang mempenyuai pakem akan digunakan saat momen-momen bahagia seperti pernikahan, kelahiran anak, sunatan.

Nendia Primarasa juga menyiapkan jasa pernikahan (Foto: Dok. nendia primarasa)

"Saya pikir tidak mungkin pada acara sakral seperti itu, yang dipesan makanannya yang kekinian. Seperti 'serabi bloon', atau 'sambel setan'. Oleh karena itu, Nendia mempunyai satu amanah untuk mempertahankan tradisi itu,' ucap Heru.

Nendia Primarasa, kata Haru bukan hanya sekadar penyedia katering saja. Akan tetapi, Nendia Primarasa juga penyedia jasa pernikahan. Nendia Primarasa sudah melayani segala kebutuhan pesta pernikahan selama hampir 15 tahun dan ribuan pasangan. Nendia Primarasa melayani segala kebutuhan mulai dari gedung pesta, katering, dekorasi, busana pengantin, foto, hingga paket bulan madu pengantin.

Heru menyadari sebuah pesta pernikahan akan terasa sempurna, hangat dan penuh cinta jika kedua calon mempelai memiliki satu tujuan. Sehingga, ketika sebuah perbedaan muncul dalam mempersiapkan pernikahan hanyalah menjadi ‘bumbu’ yang akan dikenang saat berumah tangga kelak.

Salah satu ruangan di kantor Nendia Primarasa (Foto: Dok. Robbi Yanto/breakingnews.co.id)

Heru menuturkan, pernikahan merupakan sebuah momen yang sakral. Meskipun zaman sudah berganti, perkembangan begitu cepat, konsep pernikahan tradisional merupakan hal yang paling diinginkan oleh sepasang kekasih. Sebabnya, kata Heru, mereka ingin mempelajari budaya daerah mereka masing-masing dan memberi tahu kepada para undangan dari mana asal mereka

"Inovasi boleh, sepanjang kita meletakkan satu edukasi untuk ke depannya generasi muda tetap bangga dengan keanekaragaman kuliner dan budaya Indonesia. Jadi lebih mengarah untuk mempertahankan kuliner tradisional, dan kearifan lokal," ujar pria 48 tahun itu.

"Melupakan itu berawal dari ketidaktahuan, ketidakpedulian, kemudian lambat laun akan meninggalkan lalu melupakan. Itu yang bahaya, dan menjadi satu hal yang saya takutkan.

"Nendia Primarasa yang berada di suatu bisinis yang sangat dekat dengan sentuhan tradisional, kemudian budaya. Semuanya itu berharap Allah mudahkan," pungkas Heru.