JAKARTA - Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate mengaku kaget dengan perkataan Amien Rais yang menyebut Indonesia bangsa pekok alias bodoh. Johnny menyebutkan tidak semestinya seorang tokoh seperti Amien menghina bangsanya sendiri.

"Kami rasa sungguh terkaget-kaget pada saat dibilang bangsa kita pekok atau bodoh," kata Johnny, Jumat (11/5/2018). "Kami nggak tahu pimpinan atau tokoh parpol lain. Tapi kalau kami sangat mencintai dan akan mengutamakan kepentingan bangsa kita. Bukan kami hinakan di depan rakyat sendiri," imbuhnya.

Ucapan Amien yang mengatakan Indonesia bangsa 'pekok' atau bodoh itu dikatakannya saat mengisi ceramahnya di Yogyakarta pada Kamis (10/5/2018). Awalnya, Amien menyebutkan permasalahan undang-undang di Indonesia yang dianggap pro asing serta merugikan rakyat. "Ini ada UU yang aneh dan ajaib. Bahwa gas alam di perut bumi Indonesia, itu boleh digunakan oleh bangsa sendiri setelah bangsa lain dicukupi kebutuhannya," kata Amien saat mengisi ceramah itu. "Ini mesti bangsa pekok (bodoh)," sindirnya.

Amien juga mengatakan kasus Freeport menjadi contoh lainnya dari kebodohan bangsa Indonesia. Sebab, hasil tambang emas terbesar di dunia itu hanya sebagian kecil yang dapat dinikmati bangsa ini.

Soal UU Migas itu, Johnny mempertanyakan peran PAN ketika UU itu disahkan. Amien, sebut Johnny, jangan asal menuding pihak lain untuk disalahkan. "Soal UU Migas, saya tanya, partainya beliau dulu ikut nggak ambil bagian dalam pembahasan UU Migas. Tahun itu NasDem belum lahir saat pembahasan UU Migas. Kalau ikut bahas, jangan menjilat ludah sendiri," sebut anggota DPR yang duduk di Komisi XI itu. "Mari kalau ada kekurangan undang-undang kita perbaiki. Kan selalu bisa diperbaiki untuk kepentingan kita," sambung Johnny.

Perihal lain, yang menjadi dasar Amien melemparkan kata 'pekok' adalah berkaitan pengelolaan PT Freeport Indonesia. Johnny meminta Amien mendalami riwayat penanganan pemerintah sekarang ini terhadap kepemilikan PT Freeport Indonesia. "Freeport itu bukan masalah pada saat Jokowi ini. Freeport sudah sejak masa orde lama. Masalah Freeport ini sudah diawali dari Orde Baru. Saat ini pemerintah sedang bernegosiasi bagaimana untuk kepentingan bangsa dan negara kita," imbuh Johnny.