BREAKINGNEWS.CO.ID – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak menegaskan bahwa kerabatnya serta ‘pihak ketiga’ saat ini sudah memulai proses hukum guna merebut kembali seluruh barang-barang mewah yang sudah disita oleh kepolisian Malaysia. Polisi telah menyatakan nilai barang-barang mewah dan berbagai perhiasan yang disita mencapai 273 juta dolar AS atau sekitar 3,89 triliun rupiah, yang dianggap terbesar dalam sejarah di negara itu. Seluruh barang disita dari beberapa properti yang terkait dengan Najib. Mantan pemimpin Malaysia tersebut bersikeras bahwa sebagian besar barang yang disita merupakan hadiah.

Rincian barang-barang sitaan itu mencakup 12.000 buah perhiasan, tas yang berisi uang tunai hampir sekitar 30 juta dolar AS atau sekitar 426,4 miliar rupiah dalam wujud 26 mata uang yang berbeda, lebih dari 400 jam tangan senilai 19,3 juta dolar AS atau sekitar 274,3 miliar rupiah, dan barang-barang bermerek lainnya.

Najib, yang juga pemimpin koalisi Barisan Nasional lengser setelah kalah dalam pemilu bulan lalu. Dia telah dikaitkan dengan dugaan skandal korupsi di lembaga keuangan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Sedangkan istrinya, Rosmah Mansor, telah banyak dikritik karena hobi berbelanjanya yang boros. Penyelidikan dugaan skandal korupsi itu sempat dihentikan saat Najib berkuasa. Akan tetapi, setelah Mahathir Mohamad terpilih kembali menjadi Perdana Menteri Malaysia melalui kemenangan dalam pemilu, penyelidikan kasus dibuka lagi.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kamis (28/6/2018), Najib bersikeras bahwa sebagian besar barang yang disita merupakan hadiah dari teman dan pejabat asing, termasuk bangsawan, selama acara-acara khusus seperti kunjungan resmi dan hari ulang tahun. "Beberapa barang yang disita milik kerabat dan berbagai pihak ketiga. Mereka sekarang telah memulai proses hukum untuk mengklaim barang-barang mereka dari polisi," kata Najib, seperti dilansir Reuters, Jumat (29/6). Dia juga membantah kuantitas dan penilaian barang yang dibebeberkan oleh polisi.

"Setiap penilaian berdasarkan harga saat ini akan menjadi tidak realistis, kemungkinan akan sangat meningkat dan akan memberikan gambaran yang sangat terdistorsi karena barang-barang ini diterima sebagai hadiah selama periode yang mencakup beberapa dekade," katanya. Dia mengatakan sebuah jam tangan Rolex Daytona yang menurut polisi bernilai 842.000 dolar AS atau sekitar 11,9 juta rupiah merupakan hadiah dari seorang pangeran Timur Tengah yang mengunjungi Malaysia pada bulan Maret.

Polisi tidak menanggapi permintaan AFP untuk komentar, tetapi Kepala Polisi Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun yang dikutip di surat kabar Star pada hari Jumat mengatakan bahwa penilaian dibuat oleh para ahli industri. "Estimasi itu tidak dilakukan berdasarkan keinginan dan penaksiran kami," katanya.

Najib dan kroni-kroninya telah dituduh menjarah miliaran dolar dari dana 1MDB yang dikendalikan pemerintah untuk membeli segala sesuatu mulai dari real estate Amerika Serikat hingga karya seni. Najib dan pihak 1MDB menyangkal melakukan kesalahan apapun. PM Mahathir berjanji bahwa Najib akan dituntut. Sejak lengser dari kekuasaan, Najib dan istrinya telah diinterogasi oleh penyidik Komisi antikorupsi Malaysia (MACC) dan dilarang meninggalkan Malaysia.