BREAKINGNEWS.CO.ID - Pengamat politik dari President University, Mohammad AS Hikam menyebut jika partai politik yang berbasis Islam sejatinya juga bisa mengangkat elektabilitas capres Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Namun, dirinya meminta jika partai-partai Islam tak hanya berbicara soal politik Identitas. Melainkan mampu memunculkan usulan untuk kesejahteraan rakyat yang nantinya akan menjadi program Prabowo.

"Karena isu nomor satu di negara dimanpun juga sama, yaitu ekonomi. Sekarang kontribusi partai islam untuk paslon nomor urut 02 itu juga harus memberikan satu solusi atau platform berbicara tentang ekonomi. Jadi bukan hanya berbicara soal populisme-populisme semata," kata Hikam kepada wartawan saat ditemui di kawasan Wijaya Timur, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jum'at (7/12/2018).

Kensati demikian, dirinya menyebut jika apa yang ditawarkan oleh cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno adalah hal yang menarik. Menurutnya, Sandi kerap berbicara soal perekonomian.

"Kalau memang mau menawarkan sesuatu seperti Sandi itu kan menarik. Dia selalu berbicara seperti upah, masalah kerjaan serta masalah sembako. Ini saja kalau dieksplorasi lebih bagus itu mungkin biasa meningkatkan," tuturnya.

Adapun, Prabowo sendiri menyebut jika menghilangkan outsourching akan dapat meningkatkan elektabilitasnya. Hikam berpendapat jika secara retorikal mungkin saja hal itu terjadi.

"Tapi kalau kita tidak mungkin mengimpor apapun. Saya kira orang akan berfikir politikal. Apapun harus bisa membuat rakyat ini punya alternatif lagi. Makanya saya bilang kalau memang betul SDM (Sumber Daya Manusia) itu eksplore betul yang bagaimana gitu.

"Dan itu bagus, memang SDM Indonesia kasihan kalau kita lihat survei besar dari world bank mengenai kualitas pendidikan. Itu yang memang harus digenjot tapi fokusnya di daerah-daerah yang tertinggal itu," imbuh Hikam.

Seperti diberitakan sebelumnya, LSI Denny JA dalam rilis surveinya menyebutkan jika elektabilitas kedua pasangan capres dan cawapres yang maju di Pilpres 2019 tak bergerak signifikan.

Pada survei yang dilakukan pada periode November 2018, tercatat jika pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin memiliki angka elektabilitas sebesar 53,2 persen. Sedangkan, untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya memperoleh angka elektabilitas sebesar 31,2 persen.

Sebanyak 15,6 persen, pemilih masih merahasiakan pilihannya atau tidak menajwab. "Artinya dalam dua bulan masa kampanye, Jokowi-Ma'ruf stabil unggul diatas angka 20 persen terhadap Prabowo-Sandi," kata peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar dalam paparannya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (6/12/2018).