JAKARTA-Museum Bahari mengalami peristiwa kebakaran hebat yang menghanguskan sebagian bangunan di lantai 2 pada 16 Januari 2018, pagi hari. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Tinia Budiati, kerugian akibat Museum Bahari terbakar tidak bisa diperkirakan bahkan nilainya tidak bisa dihitung. Melihat isi dari Museum Bahari yang tak luput hangus terbakar.

"Itu nilai yang tak terhingga apalagi bangunan dengan usia 300 tahun lebih. Itu yang sulit dikembalikan nilainya, kalau kita bisa dapat kayu sama besarnya tapi enggak sama kaya kayu 300 tahun lalu," ujar Tinia di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Terkait langkah lanjut Pemprov DKI Jakarta, nantinya Museum Bahari kembali menjalani renovasi namun dananya belum bisa dipastikan apakah menggunakan anggaran Pemprov atau menggunakan dana dari asuransi yang dikantongi Museum Bahari. "Nanti saya akan lihat asuransi itu mengcover apa saja selain koleksi atau apa kan enggak ada yang menyangka bangunan itu akan kebakar apalagi dengan penjagaan 24 jam," terang Tinia.

Sementara untuk isi Museum Bahari yang terbakar yakni koleksi alat-alat navigasi laut dan alat perang laut akan dibuatkan replika kembali sedangkan kapal asli yang ikut terbakar bakal dibuat ulang. "Kalau yang harus dibikin lagi karena ada kapal asli ya dibikin lagi, apa boleh buat kalau kondisinya seperti ini," tutur Tinia.