BREAKINGNEWS.CO.ID-Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) akan tetap melakukan evaluasi bagi cabang olahraga yang gagal memenuhi target yang diemban, meski Kontingen Indonesia sukses menorehkan sejarah dengan melampaui target medali emas di Asian Games 2018 sebanyak 31 emas dari 16 medali yang diincar.

Menteri Pemuda dan Olahraha (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan ada beberapa cabor yang semula diprediksi, bahkan berani menjanjikan bakal meraih medali emas, tetapi justru mereka tidak satu pun menyumbang emas untuk kontingen Indonesia.

"Untuk itu, kami akan evaluasi Asian Games 2018 mengenai perolehan medali mana yang belum sesuai target, sehingga akan ada konsekuensi yang sama-sama kita emban," tegasnya.

Beberapa cabang yang gagal merebut medali emas di Asian Games 2018 antara lain renang dan bridge. Perenang I Gede Siman Sudartawa diprediksi meraih gelar juara di nomor 50 meter gaya punggung, namun gagal. Sementara itu, induk cabang olahraga bridge (Gabsi) menargetkan dua medali emas, namun yang terjadi gagal dan hanya menyumbang 4 medali perunggu.

Beberapa cabang olahraga lain juga gagal mewujudkan target emas. Meski demikian, jumlah medali emas yang diharapkan tetap tercapai karena medali emas disumbang dari nomor yang tidak diandalkan. Misalnya, medali emas dari nomor tunggal putra cabang bulutangkis.

Sekretaris Kempora Gatot S Dewa Broto mengatakan saat ini pihaknya sedang menyusun peraturan tentang hadiah dan hukuman kepada cabang yang berprestasi dan yang gagal memenuhi target. Nantinya akan ada punishment tetapi nanti akan dibicarakan lebih lanjut.

"Pemerintah tidak akan memperjuangkan cabor dengan kategori gagal. Bridge harus dievaluasi, jika ada multievent lagi tidak akan kami perjuangkan. Di Asia Tenggara saja kalah dari Singapura, ini adalah hukuman untuk mereka. Sementara jetski masih bisa dimaklumi karena kegagalan mereka untuk meraih emas karena kerusakan mesin. Target mereka dua emas dan yang didapat 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu," ungkap Gatot S.Dewobroto seusai pertemuan di Kantor Kemenko PMK, Senin (3/9) siang.

Fokus ke Olimpiade
Menpora Imam Nahrawi menyatakan usai Asian Games 2018, pemerintah fokus menyiapkan cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah menugaskan para atlet cabang-cabang olahraga Olimpiade 2020 ke luar negeri untuk menjalani pemusatan latihan dan berbagai laga uji coba.

Menurut dia, para atlet akan lebih lama berada di luar negeri daripada di Indonesia. Ini kebijakan baru. Bila perlu atlet yang disiapkan ke Olimpiade tidak akan pulang ke Indonesia.

"Dengan berada di luar negeri, atlet-atlet Indonesia di berbagai cabang olahraga Olimpiade memiliki kesempatan besar untuk menghadapi para atlet ataupun juara dunia di turnamen-turnamen uji coba," jelasnya.

Atlet diharapkan semakin termotivasi untuk melampaui prestasi juara-juara dunia, sehingga olahragawan Indonesia terus terpacu meningkatkan kemampuan demi meraih pencapaian tertinggi di Olimpiade. Pertandingan demi pertandingan yang akan dilewati juga diharapkan memperkuat mental bertanding para atlet Indonesia.

"Tentunya rencana ini akan berbuntut pada anggaran. Jadi nanti akan ada peraturan menteri terkait penganggaran persiapan menuju Olimpiade, termasuk untuk pembinaan atlet muda dan peningkatan mutu pelatih, juri serta pelatih agar sesuai dengan standar internasional," kata Imam Nahrawi.