BREAKINGNEWS.CO.ID - Beberapa muka-muka lama kembali mengisi struktur di Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan PSSI. Dua Komite tersebut dibentuk dalam Kongre Luar Biasa PSSI yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/7/2019) malam.

Dalam KLB yang dibuka oleh Ketua Umum KONI, Marciano Norman, serta dihadiri oleh perwakilan dari FIFA, Kongres ini juga memutuskan adanya perubahan (amandemen) Statuta PSSI.  Acara yang dimulai pada pukul 19.30 ini berlangsung singkat dan berakhir pukul 21.00 WIB.

Dari Komite Pemilihan, nama Syarief Bastaman muncul sebagai ketua. Syarief cukup berpengalaman, karena sebelumnya pernah menjadi Ketua Komite Banding Pemilihan pada KLB PSSI tahun 2010. Begitu pula dengan Harbiansyah Hanafiah, Pendiri Putra Samarinda dan pernah duduk sebagai anggota Komite Eksekutif.

Begitu pula untuk anggota ada muka lama seperti Irawadi Hanafi, Budiman Dalimunthe dan Maurice Tuguis yang pernah duduk sebagai anggota Komite serupa pada Kongres sebelumnya. “Bagi saya ini bisa dibilang pekerjaan lama. Kita hanya menerima dan menyeleksi nama-nama yang masuk untuk disesuaikan dengan aturan dan persyaratan yang ada. Tidak lebih,” ujar Irawadi, anggota KP tahun 2016.

Tugas tersebut bagi Irawadi bukan pekerjaan berat. “Yang lebih berat justru di Komite Banding Pemilihan karena mereka akan menerima limpahan tugas kalau ada calon anggota Komite Eksekutif yang tidak kami loloskan,” ungkap Irawadi.

Sementara Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria menyebut KLB kali ini berisi tiga agenda besar. Selain pembentukn Komite-komite juga pengesahahan revisi statuta PSSI, dan pengesahan revisi kode pemilihan PSSI.

KP dan KBP kini dimasukkan menjadi bagian dari Komite Independen di PSSI. "Di statuta yang lalu tidak ada penyebutan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan," kata Tisha.

Untuk pelaksanaan kongres pemilihan Komite Eksekutif PSSI, rencananya akan digelar pada Januari 2020. Saat Kongres lalu  ada usulan agar kongres dimajukan menjadi 2 November 2019. Namun usulan itu tetap ditolak.

KLB kali ini juga mengatur masa jabatan Exco yang dibatasi maksimal tiga periode, baik berturut-turut maupun tidak. Selain itu Kongres ini juga mengesajkan pasal-pasal terkait pemilihan, pasal terkait apabila ketua umum berhalangan, dan persyaratan untuk anggota Exco.

"Ada integrity check bagi seluruh kandidat Exco dengan persepektif dari FIFA dan AFC. Integrity check harus dilakukan sebagai salah satu syarat untuk menjadi anggota komite eksekutif," ujar Tisha.

Menanggapi hasil kongres tersebut, Andi Darussalam Tabusala menilai PSSI kurang serius dalam berbenah menghadapi tantangan sepak bola di masa mendatang. "Itu semua sindikat ala PSSI. Masih yang itu-itu saja yang dipertahankan," ungkap mantan manajer Timnas yang bertekad untuk kembali masuk dalam kepengurusan PSSI sebagai anggota Komite Eksekutif. 

KLB PSSI

Voter yang hadir : 85

(33 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, asosiasi futsal dan asosiasi sepak bola wanita.)

Komite Pemilihan:

Ketua: Syarif Bastaman, Wakil Ketua: Harbiansyah Hanafiah, Anggota: Irawadi Hanafie, Budiman Dalimunthe, Maurice Tuguis, Soedarmaji dan Rocky Bebena.

Komite Banding Pemilihan:

Ketua: Irjen Pol. (Purn.) Erwin Tobing, Wakil Ketua: Djoko Tetuko, Anggota: Ponaryo Astaman, M. Nigara dan Alfis Primatra.