BREAKINGNEWS.CO.ID – Sedikitnya dua orang mucikari telah ditangkap oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) dalam kasus prostitusi online yang menjerat aktris Vanessa Angel (VA) dan Avriellya Saqqila, pada Sabtu (5/1/2019) lalu, serta 6 nama artis lainnya yang sudah dirilis oleh pihak kepolisian, Jumat (11/1). Kedua mucikari tersebut berinisial ES dan TN.

Dalam proses penyelidikan, muncikari ES mengaku sudah menjadi korban dalam kasus prostitusi online ini. Melalui kuasa hukumnya yang bernama Franky Desima Waruwu, ES menyampaikan kalau ia merasakan ada 2 kejanggalan atas kasus ini. Tidak terima karena sudah ditangkap polisi, ES membeberkan fakta yang terjadi saat proses penangkapan dirinya di hotel. Selain itu, ia juga mengungkapkan dari mana asal uang miliaran yang ada dalam rekeningnya.

Penangkapan di Hotel

Seperti yang diberitakan sebelumnya, muncikari ES ditangkap di sebuah hotel yang ada di Surabaya pada 5 Januari 2019 lalu. Saat itu sebenarnya ES bertemu dengan seorang pria di lobi hotel, dirinya mengaku mengenalnya meski enggan menyebutkan identitas pria tersebut. Setelah pertemuan di lobi, pria tersebut meminta ES untuk masuk ke dalam sebuah kamar. Baru saja 5 menit berada di dalam kamar tersebut, ia tiba-tiba digerebek dan diamankan oleh pihak kepolisian. Franky Desima Waruwu selaku kuasa hukum ES menyampaikan, "Dia (ES), tidak menceritakan apa hubungan pria tersebut dengan kasus (prostitusi) ini."

Uang di Rekening

Lebih lanjut, Franky juga menuturkan jika ES tidak mendapatkan keuntungan apapun dari kegiatan prostitusi online. Perputaran uang sebesar 2,7 miliar rupiah yang ada di rekeningnya diakui didapat dari hasil bekerja di sebuah perusahaan tambang batu bara dan berbagai bisnis yang dilakoninya. "Uang itu didapat ES dari gaji dan bonus saat dia bekerja sebagai karyawan di perusahaan batu bara," tutur Franky pada Jumat (11/1) malam. Kepadanya, ES juga mengaku kalau rekeningnya sempat dipinjam oleh Vanessa Angel, karena mereka adalah teman. "Dia memang mendapatkan transfer sebesar 40 juta rupiah. Oleh ES, uang itu ditransfer kembali ke VA sebesar 35 juta rupiah. Yang 5 juta rupiah katanya untuk biaya mobil. Jadi, rekeningnya itu dipinjam VA," terangnya.