BREAKINGNEWS.CO.ID - Manajer Manchester United, Jose Mourinho menyanjung penampilan kipernya David de Gea. Penjaga gawang asal Spanyol itu menjadi salah satu kunci kemenangan The Red Devils atas Watford pada laga pekan kelima Premier League, di Vicarage Road Stadium, Sabtu (15/9/2018). Mourinho menyebut De Gea telah menunjukan kualitasnya sebagai kiper top setelah melakukan penyelamatan krusial.

Pada pertandingan tersebut, David De Gea tidak mampu mencatatkan clean sheets usai gawangnya dibobol Andre Gray di babak kedua. Namun kiper Timnas Spanyol itu melakukan sebuah penyelamatan krusial di masa injury time sehingga United memenangkan laga tersebut dengan skor 2-1.

Mourinho sendiri merasa kagum dengan penyelamatan yang dilakukan oleh De Gea. "Dia (De Gea) hanya membuat satu penyelamatan, namun itu adalah penyelamatan yang fantastis," ujar Mourinho.

David De Gea bermain apik dalam kemenangan MU atas Watford (Foto: Dok. mirror.uk)

Mourinho menyebut bahwa penyelamatan yang dilakukan De Gea itu menegaskan bahwa sang kiper merupakan kiper kelas dunia. "Kita semua tahu bagaimana seorang kiper yang membela tim-tim besar. Terkadang, di beberapa pertandingan dia sama sekali tidak menyentuh bola. Di pertandingan lainnya terkadang dia hanya melihat jalannya pertandingan. Namun seorang kiper top akan selalu ada untuk timnya di momen yang tepat." ucapnya.

Mourinho sendiri mengaku sangat senang karena De Gea berhasil melakukan penyelamatan gemilang tersebut. Mourinho menyebut penyelamatan itulah yang membuat setan merah mampu mengamankan tiga poin di Vicarage Road tadi. "Hari ini dia menunjukkan siapa dirinya di momen yang tepat. Ia melakukan penyelamatan yang penting di menit-menit akhir, dan itu sangat bagus untuknya dan juga untuk kami." bebernya.

Harusnya Menang Besar

Terlepas dari penampilan gemilang De Gea, Mourinho agak kecewa karena setan merah tidak mampu membunuh pertandingan ketika mereka memiliki momentum yang bagus.

"Saya akui saya sedikti frustasi karena kami seharusnya membunuh pertandingan di babak pertama. Jika kami bermain di babak kedua seperti kami bermain di babak pertama, maka hasil akhirnya akan jauh berbeda dan kejadian-kejadian di 10 menit terakhir tidak perlu terjadi." ujarnya.

"Yang terjadi adalah pada awal babak kedua kami kehilangan intenstias permainan kami. Kami berhenti bermain secara agresif ketika kami tidak menguasai bola. Itu membuat mereka Watford mendapatkan kesempatan untuk bangkit dan mencetak gol sehingga pertandingan tadi menjadi sulit bagi kami." tandasnya.