BREAKINGNEWS.CO.ID - MPR terus mensosialisasikan empat pilar dengan menggelar pertunjukkan budaya. Kali ini, MPR menggelar pertunjukkan wayang kulit di lapangan Pasopati Kampung Putera Buyut, Lampung. Anggota MPR dari Fraksi PAN Alimin Abdullah., mengatakan, Sosialisasi lewat pagelaran budaya asal Jawa itu karena dianggap yang paling tokcer alias mantap. "Disebut keistimewaan sosialisasi lewat wayang kulit karena pertunjukannya aman, tenang, bisa ditonton mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, serta mampu mendatangkan berbagai pedagang ke tempat acara. Serta dilakukan di lapangan terbuka," tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (20/12/2018).

Putra asli Lampung itu mengungkapkan bangsa Indonesia bisa tegak berdiri karena memiliki Empat Pilar. Keempat pilar inilah yang menjadi landasan, pilar, dan pegangan bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, bahasa, dan keragaman lainnya. "Meski beragam namun kita bersatu," tambahnya.

Keragaman yang ada, menurut Alimin disaksikan sendiri saat dirinya berkeliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Persatuan yang ada dikatakan salah satunya karena ada bahasa Indonesia. Di Kecamatan Gunung Sugih khususnya Kampung Putera Buyut, selain suku Jawa, juga ada suku Sunda serta suku lainnya. "Beragam suku ada di sini namun saya bisa nyambung karena menggunakan bahasa Indonesia," ucapnya

Dirinya berpesan kepada dalang, Ki Haryo Purbo Kusumo, agar menyelipkan pesan-pesan Empat Pilar dalam lakon yang digelar. "Selain sosialisasinya tercapai, masyarakat juga terhibur," paparnya.

Sosialisasi menurutnya penting dilakukan, sebab selepas reformasi pendidikan Pancasila tidak lagi diberikan di sekolah-sekolah serta lembaga BP7 dibubarkan. "Akibat yang demikian ada yang tidak tahu tujuan Indonesia merdeka," katanya lagi.

Dalam kesempatan itu dirinya juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa pada 17 April 2019, bangsa Indonesia melaksanakan Pemilu Legislatif, Pemilu memilih anggota DPD, dan Pemilu Presiden. Diharapkan masyarakat menggunakan hak pilihnya secara benar. "Jangan sampai tidak menggunakan hak pilih," tegasnya.

Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga, dan Layanan Informasi Setjen MPR, Muhamad Jaya dalam kesempatan yang sama menuturkan dirinya gembira, sebab masyarakat antusias mengikuti acara itu. Dikatakan, pagelaran wayang kulit malam itu merupakan salah satu metode memasyarakatkan Empat Pilar di samping metode lain seperti TOT, outbond, seminar, FGD, lomba cerdas cermat.

Sosialisasi yang digelar juga diharap membuat masyarakat menjadi paham dan selanjutnya mengaktualisasikan dalam keseharian. Bagi Muhamad Jaya, pertunjukan seni budaya tak sekadar mensosialisasikan Empat Pilar, namun juga sebagai upaya menjaga dan melestarikan budaya bangsa. "Lewat pentas seni, Empat Pilar bisa teraktualisasikan. Mari kita nikmati pertunjukan ini," tambahnya.

Selain itu, Kepala Kampung Putera Buyut Mariadi merasa senang malam itu karena masyarakat dihibur oleh pagelaran wayang. "Apalagi gratis," ucapnya.