Catalunya - Pembalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, terasa tidak susah jadi rekanan setim Valentino Rossi di arena MotoGP. Vinales mengakui pernah mengira jadi tandem Rossi bakal jadi kendala baginya.

Seperti ditulis Marca, telah tujuh balapan MotoGP dilalui Vinales jadi rekanan setim pembalap berjuluk The Doctor itu. Vinlaes sendiri mengidolakan Rossi mulai sejak ia masih tetap kecil serta saat ini dapat sharing trek.

Pembalap berjulukan Top Gun ini juga mulai melindungi sikap jadi rekanan setim Rossi. Bekas rider Suzuki Ecstar ini harus membedakan kapan dia berteman serta kapan dia mesti jadikan Rossi lawan.

" Kami mempunyai jalinan baik serta sama-sama menghormati. Sekarang ini saya tidak rasakan ada problem. Saya dapat belajar banyak dari dia (Rossi), terlebih apa yang ia kerjakan untuk melakukan karir yang baik. Kami tidak demikian dekat, karna kami sesungguhnya lawan, namun kami sama-sama menghormati, " kata Vinales, seperti ditulis Motorcycle News.

" Saya tidak sempat kesusahan, serta ini mengagetkan. Bila dipikir, memanglah susah bertandem dengan Vale yang disebut legenda, namun semuanya begitu gampang, " ucapnya.

Pembalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales (kiri), menantikan duel dengan rekanan setimnya Valentino Rossi pada balapan MotoGP Italia di Circuit Mugello, 4 Juni 2017. (Crash)
Liputan6. com, Catalunya - Pembalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, terasa tidak susah jadi rekanan setim Valentino Rossi di arena MotoGP. Vinales mengakui pernah mengira jadi tandem Rossi bakal jadi kendala baginya.

Seperti ditulis Marca, telah tujuh balapan MotoGP dilalui Vinales jadi rekanan setim pembalap berjuluk The Doctor itu. Vinlaes sendiri mengidolakan Rossi mulai sejak ia masih tetap kecil serta saat ini dapat sharing trek.

Pembalap berjulukan Top Gun ini juga mulai melindungi sikap jadi rekanan setim Rossi. Bekas rider Suzuki Ecstar ini harus membedakan kapan dia berteman serta kapan dia mesti jadikan Rossi lawan.

" Kami mempunyai jalinan baik serta sama-sama menghormati. Sekarang ini saya tidak rasakan ada problem. Saya dapat belajar banyak dari dia (Rossi), terlebih apa yang ia kerjakan untuk melakukan karir yang baik. Kami tidak demikian dekat, karna kami sesungguhnya lawan, namun kami sama-sama menghormati, " kata Vinales, seperti ditulis Motorcycle News.

" Saya tidak sempat kesusahan, serta ini mengagetkan. Bila dipikir, memanglah susah bertandem dengan Vale yang disebut legenda, namun semuanya begitu gampang, " ucapnya.

Sama-sama Salip

Pembalap asal Spanyol ini sempat juga ikut serta tindakan sama-sama salip dengan Rossi di Circuit Le Mans, MotoGP Prancis. Saat itu, Rossi terjatuh serta tidak berhasil finis, sedang Vinales finis paling depan jadi pemenang.

" Tak tahu kapan kami bakal wheel-to-wheel lagi. Selama ini kami menjalaninya di Le Mans. Saya bertarung sengit dengan Vale serta saya belajar banyak, " papar pembalap berumur 22 th. ini.

" Dia mendahului saya, namun saya bertahan serta demikian konsentrasi membalasnya. Memanglah tidak hingga lap paling akhir, namun balapan itu begitu mengasyikkan, " terang Vinales.

Tag