JAKARTA – Seorang pemimpin oposisi Zimbabwe, Morgan Tsvangirai meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Afrika Selatan pada Rabu (14/2/2018).

Pria berusia 65 tahun itu yang mendirikan Gerakan Perubahan Demokratik (MDC) pada 1999, merupakan musuh bebuyutan serta pengkritik paling utama mantan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe.

"Dengan sedih saya mengumumkan bahwa kita telah kehilangan ikon dan pejuang demokrasi," kata Elias Mudzuri, salah satu wakil presiden MDC lewat akun Twitter-nya, Kamis (15/2).

Tsvangirai telah keluar masuk rumah sakit sejak mengumumkan dirinya menderita kanker usus besar pada Juni 2016.

Dia kembali ke Johannesburg untuk menjalani rangkaian perawatan pada awal Januari lalu.

Kerap mengkritik keras pemerintahan otoritarian Mugabe serta partai berkuasa ZANU-PF, Tsvangirai juga seringkali dijebloskan ke penjara.

Pada Maret 2007, polisi memukuli Tsvangirai dan puluhan aktivis oposisi yang menggelar aksi anti-pemerintah di Harare.

Dalam pemilihan di tahun berikutnya, dia mengalahkan Mugabe di putaran pertama. Akan tetapi karena sejumlah kekerasan terhadap para pendukung Tsvangirai, yang dia klaim menyebabkan 200 orang meninggal, dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari persaingan.

Dia membentuk pemerintahan bersatu dengan Mugabe pasca pemilu, namun posisinya sebagai perdana menteri dianggap sebagai tindakan manuver.

Tsvangirai mengklaim berhasil lolos dari empat percobaan pembunuhan, termasuk satu pada 1997. Dimana dia menyebut penyerang berusaha melemparkan dia keluar dari jendela.

Kematian Tsvangirai menguatkan posisi Presiden Emmerson Mnangagwa menjelang pemilu yang rencananya digelar sebelum Juli mendatang.