BREAKINGNEWS.CO.ID - Tepat 90 tahun yang lalu, 28 Oktober 1928, tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia diikrarkan. Seluruh pemuda-pemudi Tanah Air, saat itu, dalam sumpahnya mengkristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Pada 90 tahun kemudian, alias Minggu (28/10/2018), kini giliran anak-anak muda zaman now yang harus mengkristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita Timnas Indonesia menuju Piala Dunia


Tugas itu saat ini ada di pundak Timnas Indonesia U-19. Mereka berada di depan pintu Piala Dunia U- 20 di Polandia pada 2020. Untuk masuk ke sana, Timnas Indonesia U-19 harus menyingkirkan Jepang U-19 di babak perempat final Piala Asia U-19 2018. Duel antara Indonesia vs Jepang akan tersaji malam ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Sejatinya, Indonesia pernah tampil di Piala U-20 Dunia pada tahun 1979, kala kejuaraan remaja itu masih bernama Kejuaraan Remaja Dunia FIFA. Saat itu Indonesia yang dilatih Soetjipto Soentoro dapat berpartisipasi karena beberapa negara yang mengikuti Piala U-19 Asia tahun 1978 tidak bersedia tampil di kejuaraan tersebut. Timnas U-19 Indonesia saat itu gagal melaju dari babak grup Kejuaraan Remaja Dunia setelah selalu kalah dari tiga pertandingan, di antaranya ditaklukkan Argentina yang diperkuat Diego Maradona dengan skor 0-5.

Indonesia Punya Cerita Hebat di Piala Asia U-19

Di Piala Asia U-19, Timnas Indonesia sejatinya pernah menorehkan sejarah. Tepatnya pada edisi 1961 di Thailand, ketika itu, Timnas Indonesia U-19 sukses menjadi juara bersama Burma (saat ini Myanmar) setelah pada laga final bermain imbang 0-0. Setelah itu,

Setelah itu pada edisi 1967, Timnas Indonesia sukses melenggang ke final. Akan tetapi, langkah mereka hanya sampai disitu. Karena piala menjadi hak Israel yang pada pertandingan menang dengan skor telak 3-0.

Masih cerita kehebatan Timnas Indonesia di level U-19, pada 1970, Timnas Indonesia kembali masuk final. Akan tetapi, lagi-lagi skuat garuda muda kembali tumbang dengan skor yang sama 0-3. Namun kali ini kekalahan itu diderita dari myanmar.

Pasang surutnya prestasi timnas indonesia, mengakibatkan Timnas Indonesia U-19 kehilangan tajinya, bahkan, perjalanan terjauh timnas indonesia di piala asia U-19 adalah di babak perempat final pada 1978. Akan tetapi, mereka langsung tersingkir usai tunduk 0-3 dari Korea Utara. Setelah itu, timnas indonesia. Kini, kesempatan itu ada di depan mata. Mampukan Timnas Indonesia U-19 mengulang cerita hebat di Piala Asia U-19 2018 ini.

Hanya Tuhan dan Orang Tua yang tak Boleh Dilawan

Melawan Jepang memang bukan perkara mudah. Pasalnya, Nippon merupakan juara bertahan Piala Asia U-19 2016 silam. Selain itu, pada Maret 2018, Timnas Indonesia U-19 juga sempat merasakah kedigdayaan Jepang di SUGBK. Garuda Nusantara dihancurkan 1-4, ketika itu, Timnas Indonesia U-19 dilatih oleh Bima Sakti. Selain itu, Jepang juga akan diperkuat oleh salah satu wonderkid Asia, yakni Takefusa Kubo. Melawan Kubo, Abi tak masalah.

Menanggapi hal itu, gelandang Timnas Indonesia U-19, Syahrian Abimanyu tak merasa gentar. Menurutnya, semua tim bisa dilawan dan dapat dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua. "Kita optimistis, apalagi kita jadi tuan rumah kan. Tidak ada yang ditakutkan, karena kita sama-sama makan nasi dan mereka juga main bola. Pasti kita bisa lawan mereka. Tidak ada masalah dan rasa takut. Karena yang kita takutkan hanya orang tua dan Tuhan," kata pemain Sriwijaya FC itu.