BREAKINGNEWS.CO.ID - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk tiga kawanan penjahat spesialis nasabah bank yang meresahkan masyarakat. Modusnya, para pelaku berpura-pura atau meneriaki korban bahwa mobil yang dikendarainya mengalami ban kempes.

Ketiga pelaku berhasil ditangkap ialah Dedy (37), H (27) dan EW alias Endang (48). Para pelaku dibekuk saat sedang merencanakan aksinya di Jalan KH Mas Mansyur, Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019). Adapun lima pelaku lainnya, masih dalam kelompok ini, masih dalam pengejaran polisi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menuturkan dari pengakuannya, kawanan ini sudah beraksi 6 kali di Jakarta selama 2019. "Itu baru pengakuan mereka. Sementara penyidik menduga mereka sudah beraksi lebih dari itu dan masih kami dalami lagi," kata Argo didampingi Wadir Krimum, AKBP Ade Ary di Polda Metro Jaya, Jumat (19/7/2019).

Dalam beraksi para pelaku berbagi peran. "Mulai dari yang berpura-pura menjadi nasabah dengan memantau korban di dalam bank, sampai yang membuntuti korban usai mengambil uang dari bank dan beraksi dengan modus ban kempes," kata Argo

Kawanan ini terakhir kali beraksi di Jalan Gunung Sahari III, Jakarta Pusat, dengan korban DS yang baru saja mengambil uang dari salah satu bank di Jakarta Pusat, 1 Juli 2019 lalu. Korban diperdayai pelaku hingga uang Rp 150 Juta miliknya raib berikut sejumlah HP. "Korban sudah dipantau sejak datang ke bank dan mengambil uang hingga keluar dari bank," kata Argo.

Saat korban keluar dari bank dengan mobil Mazda-nya, para pelaku yang berjumlah 8 orang membuntuti mereka dengan 5 sepeda motor. "Saat korban melintas di Jalan Gunung Sahari III, Jakarta Pusat,2 sepeda motor pelaku menyalip mobil korban dan memberitahu bahwa ban mobil korban sebelah kanan kempes dengan berteriak ban kempes," kata Argo.

Awalnya korban tidak mempercayainya. Namun beberapa menit kemudian korban kembali didahului oleh 2 sepeda motor pelaku lainnya yang kembali memberitahu bahwa ban mobil korban sebelah kanan kempes. "Karena mengganggap beberapa orang berbeda memberitahu bannya kempes, korban akhirnya memberhentikan mobil yang dikendarainya. Korban hendak mengecek ban mobil miliknya," kata Argo.

Saat korban turun, satu orang yang mengemudikan sepeda motor kemudian menawarkan bantuan kepada korban dan mengalihkan perhatian korban. "Saat itulah pelaku lain masuk kr dalam mobil korban dan menggasak uang tunai yang baru diambil korban dan barang berharga lainnya," ucap Argo.

Setelah dicek dan ternyata tidak ada ban yang kempes  korban kembali masuk ke dalam mobil. Saat itulah korban mengetahui bahwa barang milik korban raib. "Yakni satu buah tas merk TUMI yang berisi uang tunai Rp.150 Juta, 1 unit handphone merk SAMSUNG note 8 dan 1 unit  handphone merk SAMSUNG note 9," katanya.

Kemudian korban melaporkan peristiwa yang menimpanya ke polisi hingga akhirnya membekuk 3 orang dari 8 pelaku. "Dari tiga orang ini berhasil kami sita sebagai barang bukti sisa hasil kejahatan yakni uang Rp 5 Juta," kata Argo. Atas aksinya para pelaku kata Argo dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya diatas 5 tahun penja.