JAKARTA - Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengungkapkan jika tersangka teroris MNZ (33) pernah mendapatkan pesanan bom rakit dari pelaku penyerangan Mapolda Riau. Tersangka MNZ ini juga memiliki keterkaitan dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). "MNZ alias Zam-Zam terkait secara jaringan dengan tersangka terorisme atas nama Pak Ngah. Kelompok teror JAD penyerang Polda Riau pada Rabu, 16 mei 2018 Jam 9.00 WIB," ujarnya, Minggu (3/6/2018).

Kepada polisi, MNZ mengaku pernah dipesani bom oleh penyerang Mapolda Riau. Bom itu dipesan sebelum aksi penyerangan Mapolda Riau. "Pak Ngah dan kelompoknya pernah memesan dibuatkan bom kepada yang bersangkutan," imbuh Setyo.

Seperti diberitakan sebelumnya, MNZ sendiri ditangkap oleh Densus 88 pada Sabtu (2/6/2018) di Kampus Univerisitas Riau (UNRI). MNZ ditangkap bersam dua rekannya yakni RB alias D (34), dan OS alias K (32). Ketiganya merupakan alumni kampus UNRI. MNZ sendiri ditetapkan sebagai tersangka, sementara dua lainnya masih berstatus saksi."Di TKP ada penangkapan 3 orang tersangka. Mohon maaf, jadi yang satu tersangka, dua orang sebenarnya masih saksi. Sampai sekarang statusnya masih saksi," tutur Setyo.

Jaringan JAD diketuai oleh terdakwa kasus bom Thamrin Aman Abdurrahman. Aman juga sekaligus merupakan ketua ISIS Indonesia. JAD dibentuk sebagai wadah untuk mendukung khilafah Islamiyah.