BREAKINGNEWS.CO.ID - Miranda S Goeltom resmi dilantik sebagai Ketua Umum PB Gabsi (Gabungan Bridge Seluruh Indonesia) Periode 2018-2022. Bagi mantan Deputi Bank Indonesia itu, kesempatan ini merupakan yang kedua baginya. Sebab, 17 tahun yang lalu, atau periode 2002-2006, ia juga pernah mengemban amanah sebagai ketua umum PB Gabsi.

Pada episode kedua kepengurusannya ini, Miranda membawa sejumlah program unggulan, yang tujuannya adalah supaya olahraga bridge dapat dipertandingkan di Olimpiade 2020 ataupun edisi selanjutnya. Salah satunya adalah program "Bridge Masuk Sekolah".

"Dengan memasukkan bridge ke sekolah, bukan hanya memasalkan bridge, tapi merupakan ajang pembibitan sehingga setelah bridge masuk sekolah dimana ada liga-liga bridge, liga siswa nasional. Kami berusaha agar bridge masuk sekolah bisa ada di ekstrakulikuler dan ada dipertandingkan di O2SN, Popnas, dan liga Mahasiswa," kata Miranda Goeltom saat ditemui Breakingnews.co.id,usai pelantikan di Kantor KONI, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Kemudian, Miranda menuturkan juga bakal memasalkan turnamen-turnamen bridge di Indonesia dan melakukan Training for Trainer. Tujuannya adalah untuk mencitptkan sebanyak-banyaknya pelatih bridge di Indonesia. Selain itu, menurutnya, atlet-atlet dari olahraga apapun sangat membutuhkan turnamen. "Program Ketiga adalah regenerasi, saya banyak menggunakan anak muda sekarang di pengurusan ini. Apakah mereka bisa bermain bridge atau tidak, tergantung mereka mau dipakai untuk apa, kalau mereka adalah komite dana, tidak perlu main bridge. Yang penting dia pasar modal, mengerti cara mencari dana," kata Miranda.

"Dan apa tujuan akhir, Bridge bisa masuk olimpiade. Sekarang Bridge sudah masuk Asian Games. Tahun 2017 sudah masuk SEA Games di Malaysia. Kita mau pada tahun ini juga bisa masuk di SEA Games di Filipina. Itu adalah cikal bakal bahwa Bridge adalah bagian dari olahraga dan patut untuk diperhitugkan dan dimasukkan ke dalam Olimpiade. Tentu keinginan ini harus didukung oleh negara lain karena kami tahu suatu cabang olahraga bisa tampil di multi event jika banyak negara yang mendukung. Jadi kami harus mencari itu," ujarnya, menambahkan.

Lebih lanjut, yang terpenting bagi Miranda adalah dukungan dari pemerintah. Bagaimana program-program yang dibuatnya itu bisa sepenuhnya diperhatikan. "Saya bangga karena bridge masuk sekolah kita ini dicopy di banyak negara. Tapi kita harus mulai khawatir karena 18 tahun yang lalu China belum ada apa-apanya. Sekarang mereka sudah sangat luar. Artinya program mereka sangat baik. Kenapa mereka bisa berkembang? Karena pemerintah sangat mendukung. Itu sebabnya dalam pidato saya tolong didukung. Karena, ini masalahnya bukan hanya sekadar uang. tetapi mengorganisir dengan baik sehingga bisa efektif dan efisien," pungkasnya.