BREAKINGNGNEWS.CO.ID- Minyak mentah dunia terpantau mengalami penurunan harga hingga satu persen pada akhir perdagangan Jumat waktu New York, atau Sabtu (3/11/2018) WIB.

Penurun dipicu oleh rasa khawatir investor akan adanya potensi rugi akibat kelebihan pasokan menyusul keputusan Amerika Serikat yang terkesan memberi hukuman lebih ringan dari sanksi  awal yang mereka buat. Pemerintah Donald Trum mengatakan ,mereka  untuk ementara akan menghindari delapan yurisdiksi dari sanksi-sanksi terkait Iran.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan keputusan itu dalam sebuah konferensi jarak jauh. Keringanan sanksi dapat memungkinkan pembeli utama untuk tetap mengimpor minyak Iran setelah hukuman ekonomi mulai berlaku pada Senin (5/11).

Harga minyak mentah Brent berjangka turun enam sen AS menjadi menetap di 72,83 dolar AS per barel, sebut Reuters. Minyak mentah AS turun 55 sen AS menjadi mengakhiri sesi di 63,14 dolar AS per barel, kehilangan 0,86 persen.

Kedua kontrak telah jatuh lebih dari 15 persen dari dekat tertinggi empat tahun, yang disentuh pada awal Oktober karena kekhawatiran bahwa sanksi-sanksi Iran yang kian dekat bisa menguras pasokan dari pasar global.

Pompeo tidak menyebutkan yurisdiksi, tetapi mengatakan Uni Eropa secara keseluruhan, yang memiliki 28 anggota, tidak akan menerimanya. India, Irak dan Korea Selatan berada di daftar keringanan, kata seorang sumber yang akrab dengan masalah yang berbicara dengan syarat anonim. Di bawah undang-undang AS, pengecualian tersebut hanya dapat diberikan hingga 180 hari.

 

Turki telah diberitahu akan menerima keringanan atas sanksi-sanksi AS terhadap penjualan minyak Iran, Menteri Energi Turki Fatih Donmez mengatakan.

Iran mengatakan pada Jumat (2/11) bahwa pihaknya tidak memiliki kekhawatiran atas reimposisi sanksi-sanksi.

Di Twitter, dalam pesan yang dirancang untuk menekankan kebijakan "tekanan maksimum"-nya terhadap Iran, Presiden AS Donald Trump memasukkan foto dirinya sendiri yang mencontoh poster acara televisi populer dengan judul: "Sanksi akan datang pada 5 November."

"Sepertinya semua kekhawatiran tentang pengetatan pasokan karena hilangnya barel Iran di pasar telah mengering," kata Gene McGillian, direktur riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

Pada bagian lain, hanya dolar hitam ini  telah berada di bawah tekanan karena produksi minyak dunia telah meningkat secara signifikan dalam dua bulan terakhir. Data Kementerian Energi Rusia menunjukkan pada Jumat (2/11) bahwa negara itu memproduksi 11,41 juta barel per hari (bph) minyak mentah pada Oktober, tertinggi dalam 30 tahun.

AS percaya bahwa pasokan minyak global akan melebihi permintaan tahun depan, sehingga lebih mudah bagi negara-negara untuk memotong impor minyak Iran ke nol, kata pejabat senior AS, Jumat (2/11).