BREAKINGNEWS.CO.ID - Microsoft dikabarkan menggulirkan Aplikasi sebagai pengganti MSN News. Aplikasi yang tersedia untuk iOS dan Android adalah aplikasi pengumpul berita (news aggregator) bernama Microsoft News. Microsoft News hadir dipersenjatai dengan alogaritma yang membuat berita yang muncul lebih relevan untuk pengguna. Aplikasi ini adalah hasil pengembangan serta pembaruan sistem dari MSN News. Seperti dilaporkan dalam Blog Microsoft.

Alasan perusahaan mengganti brand MSN dengan Microsoft News, hal ini dilakukan supaya bisa berkompetisi dengan pesaingnya yakni Apple News dan Google News. Menurut Rob Bennet, Pemimpin Redaksi Microsoft News, aplikasi ini menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengumpulkan berita yang lebih relevan sesuai dengan keinginan pengguna.

Disebutkan dia, akan ada penambahan fitur seperti notifikasi breaking news, tema dark mode, yang integrasi dengan iOS dan Android melalui widget. “Kami dengan hati-hati menyusun halaman untuk menyajikan banyak sisi cerita dan mengumpulkan berbagai macam potongan opini yang kami tandai dengan jelas- untuk membantu pembaca lebih memahami isi berita,” tutur Rob.

Untuk menentukan berita-berita pilihan yang akan ditayangkan pada aplikasi serta memberikan kualitas berita-berita di aplikasi newsnya, Microsoft News menggunakan lebih dari 800 editor, lalu mengaet lebih dari 1.000 penerbit dan 3.000 media di seluruh dunia, sehingga pengguna akan mendapatkan informasi dari beragam kategori.

Selain itu, Microsoft News juga akan mendistribusikan berita-berita di Microsoft Edge, aplikasi News di Windows 10, Skype, Xbox hingga Outlook.com. Artficial Intellegence (AI) menjadi tren teknologi yang semakin dilirik oleh berbagai pelaku industri.

Di Indonesia sendiri, para pelaku industri bahkan pemerintah telah menggadang bahwa saat ini telah memasuki era revolusi industri 4.0. Era tersebut ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi dan komunikasi. Sehingga, AI akan sangat berperan dalam revolusi tersebut.

President Director Microsoft Indonesia, Haris Izmee, juga melihat bahwa teknologi AI semakin berkembang di Asia, khususnya di Indonesia. Walaupun ketersediaan teknologi dan akses AI belum merata di setiap daerah, namun ia yakin tidak menutup kemungkinan dan potensi terhadap manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat

“Saya melihat diskusi mengenai potensi dampak Artificial Intelligence(AI) pada masyarakat telah menjadi perdebatan panas di antara pemimpin bisnis, pembuat kebijakan pemerintahan, akademisi, dan ahli industri di Asia. Faktanya, di Indonesia, AI menjadi salah satu dari lima teknologi utama untuk mendukung agenda nasional ‘Making Indonesia 4.0’ yang menjadi kunci utama untuk bersaing di era Industri 4.0,” kata Hariz Izmee dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/6/2018). Selain itu, Haris juga menyatakan bahwa AI akan menghadirkan serangkaian tantangan sosial baru.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa AI akan menghadirkan serangkaian tantangan sosial baru yang perlu dihadapi secara serius dan hati-hati, khususnya bagi semua organisasi untuk mengembangkan teknologi AI yang tidak melupakan norma dan etika untuk membangun kepercayaan para pelanggan danstakeholder pada teknologi kecerdasan buatan (AI),” sambungnya.