BREAKINGNEWS.CO.ID - Status Gunung Agung di Bali masih tetap berada di level III (Siaga). Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPT) Sutopo Purwo Nugroho juga mengatakan jika hingga saat ini belum ada kenaikan status pada gunung dengan ketinggian 3.031 mdpl itu. Menurutnya, hal itu belum dapat diperkirakan hingga berapa lama waktu efusifnya. "Masih terdeteksi mikrotremor pada seismograf yang mengindikasikan pergerakan magma ke permukaan," katanya, Jum'at (29/6/2018).

Adapun, erupsi efusif sendiri merupakan peristiwa keluarnya magma ke permukaan bumi yang tidak disertai dengan terjadinya ledakan karena gasnya kurang kuat. Berdasarkan pantauan di Pos Pengamatan Gungung Agung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada pukul 06.00 WITA, gunung tertinggi di Pulau Bali tersebut masih mengeluarkan abu vulkanik dan kawah menyala api berwarna kemerahan berintensitas stabil dengan ketinggian kolom abu mencapai 2.500 meter.

Tak hanya itu, peningkatan amplitudo seismik secara cepat dalam tempo 12 jam terakhir juga teramati. Kegempaan disekitar kawah pun di dominasi oleh gempa-gempa dengan konten frekuensi rendah yang dimanifestasikan di permukaan dengan hembusanmengeluarkan emisi gas dan abu vulkanik. "Hujan abu terjadi di beberapa daerah di Barat dan Barat Daya Gunung Agung. Wilayah yang terpapar abu sementara terjadi di wilayah Purage, Pempatan Rendang, Keladian, Besakih, Banjar Beluhu, Desa Suter karena dominan angin dan abu mengarah ke barat," tuturnya.

Secara deformasi juga teramati inflasi sejak 13 Mei 2018 dengan kenaikan sekitar lima milimeter. Hal itu, kata Sutopo, menunjukkan masih adanya pembangunan tekanan oleh magma di dalam tubuh gunung itu sendiri. "Hingga saat ini, inflasi tubuh Gunung Agung masih belum mengalami penurunan," jelas Sutopo.

Untuk itu, dirinya pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, Menurutnya, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Provinsi Bali, dan lainnya.