BREAKINGNEWS.CO.ID - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggelar kegiatan anti Narkoba menyandang tema: "Bersama Lawan Narkoba, Menuju Jakarta Zero Narkotic". Kegiatan diadakan di depan Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (23/2/2020) pagi bersama masyarakat dan menghadirkan 500 mahasiswa asal Papua. Kegiatan ini diapresiasi Menteri Pemuda Olahraga Zainuddin Amali. 
 
Acara yang digelar berlangsung semarak. Sejumlah pejabat negara juga hadir
 
Menteri Pemuda Olahraga Zainuddin Amali mengapresiasi langkah Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya tersebut. Sebab, Narkoba saat ini sudah masuk dalam keadaan darurat karena bisa merusak generasi penerus bangsa juga bisa merusak para atlit tanah air.

"Jadi upaya-upaya positif untuk pencegahan Narkoba karena kita tahu Narkoba di negeri kita sudah dalam kondisi yang darurat sehingga kita harus mengatasinya ekstraordineri, enggak bisa lagi dengan cara-cara biasa," ucap dia di lokasi acara.

Sementara Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan, saat ini peredaran Narkoba sudah masuk ke pelosok wilayah Indonesia. Oleh karena itu pihaknya akan menggaungkan Indonesia Darurat Narkoba.

"Stop Narkoba dan lawan peredaran Narkoba. Karena Narkoba akan melemahkan generasi muda menghambat Indonesia maju dalam hal kesejahteraan," terangnya.

Kapolda menyampaikan saat in Indonesia menyatakan perang terhadap Narkoba. Sehingga generasi penerus bangsa bisa terselamatkan dan Polda Metro Jaya sudah komitmen memberantas Narkoba. "Wilayah Polda harus Zero Narkoba," tegas Kapolda.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Herry Heriawan menambahkan, selain sosialisasi anti Narkoba pihaknya juga mendengungkan Pekan Olah Ragq (PON) 2020 yang akan digelar di Papua dalam beberapa waktu.

"Ini sebagai bentuk pencegahan Narkoba dan akan diiikuti oleh 500 mahasiswa dari Papua dan siswa Sospolwan," tandasnya. 

Menteri Pemuda Olahraga Zainuddin Amali menanggapi kegiatan yang dimotori Direktorat Resnarkoba yang dikomandoi Kombes Pol Herry Heryawan ini sebagai langkah positif agar anak bangsa bisa berprestasi. Mengingat pada bulan Oktober 2020 mendatang Pekan Olahraga Nasional (PON) akan digelar di Papua.

"Dibarengi dengan kampanye anti Narkoba dan kita dorong untuk presentasi, saya kira itu hal yang sangat sinkron dan Papua adalah bagian dari negara republik Indonesia maka pelaksanaan Pon di Papua sama dengan kita melaksanakan Pon di provinsi-provinsi lainnya," terang dia.

Zainuddin menambahkan, pihaknya pekan lalu sudah berkunjung ke Papua dan melihat persiapan sudah sesuai dengan jadwal. Pada bukan Juli 2020 pihaknya akan mengetes event di seluruh venue yang akan digunakan dalam PON 2020.

"Ya kita konsentrasi pada 37 cabang yang akan dilaksanakan di Papua, kalau ada kemungkinan lain pelaksanaan 10 cabor itu tergantung bagaiamna keputusan PB PON," tandasnya.