BREAKINGNEWS.CO.ID - Agus Suparman, pengusaha pertambangan biji Nikel yang kini menjabat Menteri Perdagangan dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan. Laporan tersebut dibuat oleh seorang pengusaha bernama Yulius Isyudianto. 

Yulius pernah menjadi rekan bisnis Agus Suparman dalam usaha penambangan dan pengangkutan biji nikel di Maluku Utara (Malut) pada 2000 lalu.

"Yulius melaporkan Agus ke Bareskrim Polri dengan surat laporan bernomor LP/B/0016/2020/Bareskrim tanggal 8 Januari lalu," kata pengacara Yulius, Husdi Herman di kawasam Cikini, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

Husdi mengatakan,  pelaporan terhadap Agus sudah dilakukan pada 8 Januari 2020 setelah kliennya tidak kunjung menerima pembayaran uang damai sebesar Rp500 miliar seperti yang dijanjikan Agus Suparman.

Uang tersebut berkaitan dengan kasus sengketa pembagian keuntungan antara kliennya, Agus Suparman dan beberapa rekanan lainnya yang terlibat dalam proyek penambangan dan pengangkutan biji nikel milik PT Antam di Maluku Utara.

Kasus ini sendiri sebenarnya sudah pernah dilaporkan ke Markas Besar (Mabes) Polri pada Maret 2014. Bahkan rekan Agus Suparman yang bernama Juandy Tanumihardja, sempat ditetapkan sebagai tersangka.

Herman menilai, pelaporan ini dilakuka supaya pihak Yulius Isyudianto bersedia menerima tawaran perjanjian perdamaian, maka pada kesempatan bertemu berdua, Agus Suparman secara lisan akan memberikan Rp500 miliar setelah perjanjian perdamaian ditandatangani dan dijalankan.

Namun, lanjut Husdi, pembayaran yang dijanjikan Agus Suparma tidak pernah dilakukan hingga saat ini. Bahkan somasi Herman pun tidak ditanggapi sehingga pihaknya melaporkan Agus Suparman ke polisi.

Herman mengklaim, pelaporan ini tak berkaitan dengan status Agus Suparman sebagai Menteri Perdagangan. "Ini laporan berkaitan dengan pribadi beliau. Bukan sebagai menteri," jelas Herman.

Ia berharap, kasus ini ditindaklanjuti aparat penegakan hukum. "Kami apresiasi polisi yang cepat memproses laporan ini," jelas Herman.

Pengacara Agus Suparman, Petrus Bala Pattyona yang dihubungi secara terpisah menyebut, dirinya sudah mensomasi pelapor karena laporannya tak jelas.

“Kami telah mensomasi pelapornya dua kali melalui pengacaranya, tapi belum ada jawaban,” ujar Petrus saat dihubungi.

Petrus mengatakan, pelaporan Husdi Herman tersebut mengada-ada dan fiktif. Bahkan Petrus ancam akan lapor balik "Ini kasus tak ada. Laporan Pelapor 08/01 itu tanpa dasar dan bukti-bukti, itu hanya sensasi saja," jelas Petrus. 

Ia mengatakan, kasus ini pernah dilaporkan tahun 2015 namun sudah di SP3 dan tidak berlanjut. Namun, kini malah dilaporkan kembali. "Setelah klien saya jadi Menteri baru lah digoreng," kata Petrus.

Husdi mengatakan, Agus Suparman siap untuk diklarifikasi polisi untuk menjelaskan soal perkara ini. "Klien saya siap hadapi, cuma karena  saat ini Bareskrim melakukan klarifikasi sehingga belum bisa dijelaskan detail," papar Petrus.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, Mabes Polri sudah menindaklanjuti laporan yang dibuat Yulius terhadap Mendag Agus Suparmanto.

 “Laporan tersebut akan diklarifikasi kepada pelapor, saksi-saksi, dan barang bukti. Setelah itu digelarkan apakah laporan tersebut memenuhi unsur pidana atau tidak,” kata Argo.

Jika pelaporan tersebut memenuhi unsur pidana, lanjut Argo, maka akan dinaikkan ke tingkat penyidikan. “Dan kalau tidak memenuhi unsur pidana, dihentikan penyelidikannya,” tutur Argo. 
 
Ketika ditanyakan kapan polisi akan melakukan klarifikasi terhadap pelapor, saksi-saksi, dan terlapor, Argo hanya menjawab singkat. “Laporan setelah diterima penyidik. Nanti akan dicek,” tukas Argo.