BREAKINGNEWS.CO.ID - Kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) mengimbau kepada seluruh cabor untuk mengirimkan lebih banyak atlet-atlet mudanya dengan persentase 60-40 persen di SEA Games 2019, Manila, Filipina. Alasannya, Menteri pemuda dan olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengungkapkan, SEA Games 2019 hanya akan dijadikan batu loncatan bagi para atlet muda agar bisa mengembangkan kemampuan dan bersiap pada agenda yang lebih besar. Adapun atlet-atlet senior sebagian besar akan kita siapkan untuk Olimpiade 2020 di Jepang.

Imam menambahkan, meski menurunkan atlet muda pemerintah bukan tidak memberikan target prestasi kepada cabor. Bahkan, jika cabor gagal mencapai target yang telah dicanangkan, pemerintah, lanjut Imam akan memberlakukan pengurangan anggaran pelatnas selanjutnya.

"Soal sanksi tentu kami akan memastikan bahwa kalau di SEA Games tidak sesuai target, tahun depan di-drop anggarannya. Ini berlaku reward and punishment. Sehingga cabang olahraga terpacu, sekaligus memastikan ini kesempatan cabor untuk meyakinkan sponsor atau pihak ketiga membantu perencanaan kerja dari cabor," kata Imam di Kemenpora, Jakarta, Senin (25/2/2019).

Imam mengungkapkan, untuk 2019 ini pemerintah telah menyiapkan Rp500 milar untuk dua event SEA Games dan ASEAN Para Games. Jumlahnya, sekitar Rp300 miliar lebih untuk cabor-cabor yang tampil di SEA Games, sisanya untuk NATIONAL Paralympic Committe (NPC) Indonesia. Imam tak memperdulikan kecemasan cabor untuk memasang target tinggi-tinggi. Menurut Imam, target adalah tantangan bagi cabor untuk bisa menciptakan atlet-atlet muda berbakat ke depannya.

"Ini kan tantangan, karena pemerintah ingin sasaran kita bukan SEA Games, tapi Asian Games, ini untuk seluruh cabor. Kalau biasanya cabor minta ke pemerintah, sekarang pemerintah yang meminta kepada cabor. Jangan ketika hanya butuh dana mengejar menteri, tapi giliran pemerintah meminta prestasi mereka menghindar. Kita harus kerja berama, berkolaborasi," tegas Imam.

Lebih lanjut, Imam juga berharap, penggunaan dana yang diserahkan Kemenpora untuk cabor menggelar pelatnas bisa digunakan sebaik mungkin. "Harapan kami dana terbatas ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, dipertanggungjawabkan sebaik mungkin, agar saya sebagai pengguna anggaran dan jajaran kementerian ini bisa menyiapkan secara administratif sesuai dengan peraturan dan UUD yang ada," pungkasnya.

Baru Cair Tiga Cabor

sejauh ini, Kemenpora baru mengucurkan dana untuk tiga cabor yaitu bulutangkis, angkat besi, dan wushu. Susy Susanti (Kabid Binpres PBSI), Joko Pramono (Wakil Ketua PB PABBSI), Ngatino (Sekretaris Jenderal PB WI) telah melakukan penandatangan Momerandum of Understanding (MoU) kerjasama dengan Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora, yang diwakili oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Deputi IV Peningkatan Prestasi Muhammad Gajah Nata Surya. PBSI mendapatkan dana sekitar Rp 14 miliar dari pengajuan awal Rp 40 miliar. Sementara, wushu menerima Rp 10, 9 miliar dan angkat besi Rp 11 miliar.