BREAKINGNEWS.CO.ID - Menko Perekonomian Darmin Nasution menyebut program  pencampuran unsur nabati ke dalam biodiesel sebesar 20 persen atau B20 untuk mengurangi impor solar, sudah berjalan baik. Itu ditandai dengan meningkatnya realisasi kumulatif penyaluran minyak nabati yang telah melalui proses esterifikasi atau transesterifikasi (FAME) yang hampir mencapai 90 persen.

"Perkembangan B20 sudah lumayan baik," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai rapat  koordinasi membahas pengawasan kebijakan B20 di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Darmin mengatakan peningkatan penggunaan minyak sawit sebagai bahan bakar terlihat dari realisasi kumulatif penyaluran minyak nabati  tersebut yang sudah mendekati maksimal. Dari kondisi tersebut Darmin mengatakan bahwa program yang mulai dijalankan sejak September lalu itu sudah berjalan di arah yang benar.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan penyaluran FAME tahun 2018 sebesar 3.478.825 kiloliter (KL), atau 86 persen dari target penyaluran FAME sebesar 4.041.358 KL.

Rinciannya untuk kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) sebesar 2.720.753 KL atau 94 persen periode Januari-Desember 2018 dan non-PSO 758.072 KL atau 66 persen periode September-Desember 2018.

Dengan penggunaan FAME ini, maka minyak sawit bisa dipakai 100 persen untuk seluruh kendaraan diesel atau digunakan untuk pencampuran dengan solar pada tingkat tertentu, seperti 20 persen. "Pemerintah sangat mengapresiasi kemajuan kinerja ini," kata Darmin.

Untuk tahun 2019, pemerintah menetapkan target penyaluran FAME pada kisaran 6,2 juta KL dengan realisasi yang ditargetkan bisa mencapai di atas 93 persen.

Terkait konfigurasi 25 titik serah untuk terminal bahan bakar minyak (TBBM), juga sudah dilakukan pengoperasian dua penyimpanan terapung (floating storage) di Balikpapan, Kaltim, mulai Januari 2019 dengan penerimaan perdana FAME berasal dari PT Wilmar Bioenergi.

Namun, menurut Darmin, penggunaan floating storage di TBBM Tuban, Jatim, masih terkendala karena potensi ranjau laut dan ombak yang besar pada musim barat atau timur. "Sebelum hal ini diatasi, penyaluran FAME yang seyogyanya dilakukan melalui laut ke floating storage Tuban, dialihkan ke beberapa TBBM lain, seperti semula," katanya.