BREAKINGNEWS.CO.ID -Harga tiket yang dirasakan sangat mahal pasca musim liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 oleh masyarakat mulai turun ke tarif normal. Sejumlah maskapai penerbangan sepakat untuk menurunkan tarif tiket pesawat setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi turun tangan.

Bahkan, Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) IGN Askhara Danadiputra menyebut, Garuda Indonesia sudah menurunkan tarif lebih dulu pada beberapa rute sejak Jumat lalu.

"Mungkin nanti sore (diturunkan).Yang pasti 6 rute diturunkan per Jumat seperti saya sampaikan, Cengkareng-Depansar, Cengkareng-Surabaya PP, Jogja, dari Bandung ke Denpasar sudah kita turunkan semua," kata IGN Askhara Danadiputra kepada wartawan di Kawasan SCBD Sudirman Jakarta, Minggu (13/1/2019).

IGN Askhara Danadiputra menyebut, untuk Citilink kemungkinan ada 33 rute penerbangan yang diturunkan tarifnya. Adapun untuk Lion Air sekitar 40 rute penerbangan.

"Jadi mungkin flight Citilink 33, Lion itu berapa, sekitar 40-an itu segera jadi nggak usah menunggu lama seminggu, sudah kita turunkan," ujarnya.

Melanjutkan keterangannya, IGN Askhara Danadiputra mengatakan, penurunan tarif pada masing-masing rute sangat bervariasi. Tertinggi penurunannya bisa mencapai 60%.

"Tentu bervariasi. Nanti kita cek, jadi sampai hingga 50-60%," jelasnya.

Sebelumnya, masyarakat pengguna angkutan pesawat udara mengeluhkan masih tingginya tarif tiket pesawat udara pasca libur panjang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Padahal masa libur sudah berakhir.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi prihatin dan meminta pihak maskapai segera menurunkan harga tiket pesawat. "Saya prihatin dengan adanya tarif-tarif yang relatif mahal," ujar Budi Karya Sumadi.

Padahal, sebelumnya eks Dirut PT Angkasa Pura II ini beberapa hari yang lalu sempat meminta kepada pihak maskapai penerbangan untuk menurunkan tarif tiket pesawat. "Saya sudah minta kepada mereka untuk menurunkan tarif-tarif itu," ujarnya.

Menurutnya, kenaikan tarif pesawat yang terjadi saat ini belum melampaui tarif batas atas. Terhadap masih tingginya tarif tersebut, mantan Direktur Utama PT Pemban‎gunan Jaya Ancol Tbk ini menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak maskapai Liob Air.

"Saya sudah koordinasi dengan Kementerian BUMN, saya sudah koordinasi dengan pemilik Lion Air untuk menertibkan tarif-tarif itu," tegasnya

Budi Karya menjanjikan permasalahan mahalnya tiket tersebut segera bisa diselesaikannya dalam waktu paling lama dua hari dari sekarang. "Kita akan tertibkan dan kita akan selesaikan dalam waktu satu sampai dua hari ini," ujarnya.

Tingginya harga tiket pesawat ini ‎dikeluhkan masyarakat karena mengalami kenaikan berkali-kali lipat dari harga normal. Bahkan, masyarakat membuat petisi di change.org kepada Menhub dan Presiden agar menyelesaikan dan menurunkan tarif tiket mahal pesawat tersebut.