BREAKINGNEWS.CO.ID - Hari Pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru 2019/2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy melakukan inspkesi mendadak. Muhadjir meninjau pelaksanaan  masa pengenalan siswa baru di SD Muhammadiyah 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019).

Dalam kesempatan tersebut Muhadjir Effendy menyatakan terkesan dengan program kakak asuh yang dilakukan di sekolah tersebut. Dalam program kakak asuh tersebut, siswa yang lebih tua membimbing adik kelasnya yang baru untuk mengenal lingkungan sekolahan.

Program ini tentunya berbeda dengan program orientasi sekolah lainnya yang selama ini banyak dijalankan. Misalnya dengan diselingi hukuman dan intimidasi oleh kakak kelas kepada adik kelasnya.

“Saya kira ini program yang bagus dan patut ditiru. Sekolah bukan ajang untuk kekerasan atau membully, adik kelas atau siswa baru,” ujar Muhadjir Effendy dalam sambutannya di sekolah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir Effendy juga memberi keterangan tentang system zonasi yang diberlakukan oleh Kemendikbud dalam pendaftaran siswa-siswa di sekolah negeri.

“Sistem zonasi ini adalah system yang melibatkan orangtua, masyarakat dan sekolah yakni guru. Dengan system zonasi ini kita berharap bahwa orangtua tidak lepas tangan setelah mengirim anaknya ke sekolah. Orangtua dan masyarakat tetap memiliki kewajiban selama anak tersebut mengikuti Pendidikan,” ujarnya Muhadjir Effendy.

Dalam system zonasi, siswa-siswi memang diarahkan untuk bersekolah di SMP atau SMA terdekat dari tempat tinggalnya. Hal ini untuk mengurangi jarak tempuh siswa-siswi tersebut selama menuju sekolah. Bersekolah di lingkungan yang dekat dengan rumahnya akan membuat siswa-siswi lebih mudah dipantau.