JAKARTA - Seksualitas atau sering disebut seks, memang merupakan sebagian kehidupan manusia. Tetapi seks tidak sama dengan makan dan minum, yang juga merupakan sebagian kehidupan lainnya. Bedanya, seks tidak selalu hanya menyangkut diri sendiri atau untuk kepentingan diri sendiri seperti makan dan minum.

Kalau orang makan dan minum hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, tidak demikian dengan hubungan seksual. Pada hubungan seksual, ada orang lain, yaitu pasangan, yang juga berkepentingan. Maka peranan pasangan menjadi sangat menentukan, baik secara fisik maupun psikis.

Walau seks merupakan sebagian kehidupan, untuk hal yang satu ini, acapkali orang memandang sangat berlebihan. Anggapan yang sangat berlebihan ini tidak dapat dilepaskan dari ketidakmengertian, yang diperparah oleh berbagai mitos tentang seks. Banyak anggapan yang berlebihan tentang seks, tetapi tidak benar. Akibatnya, banyak orang berharap yang berlebihan dari hubungan seksual, padahal tidak pernah terjadi.

Celakanya, harapan berlebihan itu didukung oleh penjelasan yang salah dari narasumber yang memberikan penjelasan yang salah pula. Anggapan berlebihan terhadap hubungan seksual antara lain seks dapat membuat orang awet muda, seks adalah obat sakit kepala dan memperpanjang hidup. Maka masyarakat yang memang tidak mengerti menjadi semakin tidak mengerti, dan semakin mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin ada.

Berbagai cara dilakukan untuk mencapai kenikmatan seksual yang semaksimal mungkin, termasuk cara yang tidak rasional. Padahal cara yang ditempuh itu tidak terbukti dapat meningkatkan kenikmatan seksual, bahkan bukan tidak mungkin justru merugikan dan menimbulkan akibat buruk.

Salah satu cara tidak rasional yang dilakukan perempuan ialah dengan menggunakan cara magic, antara lain dengan memasang susuk di sekitar kelamin. Cara ini memang dilakukan oleh sebagian orang, tidak hanya di sekitar kelamin, juga di bagian tubuh lain, seperti wajah dan payudara. Tujuannya sama, agar bagian tubuh itu mempunyai daya tarik dan keistimewaan. Tentu saja cara itu sangat tidak rasional dan tidak terbukti manfaatnya.

Ada berita yang beredar mengenai pengalaman seorang temannya bersama seorang wanita yang kebetulan berprofesi sebagai artis, mungkin saja benar. Tetapi saya harap jangan dikaitkan dengan cara magic, karena pengalaman temannya itu dapat dijelaskan secara rasio berdasarkan ilmu pengetahuan yang benar.

Ada dua kemungkinan yang terjadi ketika teman tersebut melakukan hubungan seksual dengan wanita artis itu. Pertama, wanita itu memang melatih otot sekitar vaginanya sehingga dapat dikendalikan. Kedua, pria itu mengalami ejakulasi dini.
Mengenai kemungkinan pertama, memang otot sekitar vagina dapat dilatih sehingga menjadi lebih kuat dan mudah dikendalikan. Dengan menggerakkan otot sekitar vagina yang telah dilatih, pria dapat merasakan cengkeraman pada penis.
Tetapi pada umumnya cengkeraman itu saja tidak cukup kuat untuk memberikan rangsangan, sampai pria mencapai orgasme dan ejakulasi. Pada umumnya gerakan otot vagina tidak cukup kuat untuk memberikan rangsangan. Kecuali kalau terjadi kemungkinan kedua, yaitu pria mengalami ejakulasi dini.

Dalam keadaan ejakulasi dini, sangat mungkin gerakan otot vagina yang dilatih dirasa lebih dari cukup memberikan rangsangan seksual sampai menimbulkan orgasme dan ejakulasi. Bahkan pada ejakulasi dini yang sedang, tidak diperlukan gerakan otot vagina. Ejakulasi segera terjadi begitu penis masuk ke vagina.

Saya tidak tahu kemungkinan mana yang tepat untuk menggambarkan situasi yang dialami oleh pria itu. Mungkin saja dia mengalami ejakulasi dini yang sedang, bukan yang ringan atau yang berat. Maka gerakan otot vagina sedikit saja, telah menimbulkan ejakulasi, walaupun dirinya sendiri pasif tidak melakukan gerakan. Tetapi yang pasti otot sekitar vagina atau otot dasar panggul dapat dilatih sehingga daya kejangnya menjadi lebih kuat.

Umumnya otot dasar panggul pria maupun wanita, tidak mendapat latihan khusus. Akibatnya banyak orang yang otot dasar panggulnya lemah. Kelemahan otot dasar panggul pada wanita menyebabkan tahanan otot sekitar vagina menjadi lemah. Pada pria, kelemahan otot dasar panggul yang mengelilingi pangkal penis dapat mengurangi kemampuan ereksi.

Untuk memperkuat otot dasar panggul, dapat dilakukan latihan yang disebut latihan Kegel. Pada dasarnya, latihan ini dilakukan dengan menggerakkan otot sekitar kelamin dengan cara seolah-olah menahan aliran kencing. Dengan melakukan latihan Kegel secara teratur dan cukup lama, diharapkan otot sekitar kelamin menjadi lebih kuat. Maka tahanan otot sekitar vagina menjadi lebih kuat.

Pada pria diharapkan kemampuan ereksi dan kontrol ejakulasi menjadi lebih baik. Tetapi fungsi ereksi tidak hanya ditentukan oleh fungsi otot dasar panggul. Fungsi pembuluh darah, syaraf, dan neurotransmiter juga sangat menentukan. Juga perlu diketahui, kegagalan wanita mencapai orgasme sangat ditentukan oleh rangsangan seksual yang tidak cukup diterima saat berhubungan seksual. Rangsangan seksual yang tidak cukup diterima ini sangat tergantung posisi hubungan seksual dan fungsi seksual pria, di samping tahanan otot sekitar vagina.

Jadi bila ingin memberikan kenikmatan seksual yang cukup kepada isteri, maka perhatikan hal di atas. Tidak semua posisi hubungan seksual dapat memberikan rangsangan seksual yang cukup bagi wanita. Maka lebih baik serahkan kepada isteri agar dia yang menentukan posisi mana yang memberikan rangsangan yang cukup baginya. Adapun tahanan otot sekitar vagina dapat dilatih agar menjadi kuat dan harus memperhatikan fungsi ereksi dan kontrol ejakulasinya agar baik.
Memperhatikan keharmonisan dalam kehidupan seksual merupakan hal yang baik dan perlu dilakukan oleh setiap pasangan.