BREAKINGNEWS.CO.ID - Suatu kehormatan bagi Indonesia menjadi bagian dalam menularkan gaya hidup sehat kepada masyarakat. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 ASEAN, pada 8 Agustus 2018 mendatang. Indonesia menjadi tuan rumah Hari Bebas Kendaraan ASEAN (ASEAN Car Free Day) yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Hari Bebas Kendaraan Bermotor pertama di Indonesia dimulai secara resmi di Jakarta pada tahun 2002. Sejak itu, kota-kota lain di seluruh negeri telah melakukan program serupa. Sejak Indonesia mengajak kebiasaan baik ini, ASEAN Car Free Day sudah dimulai juga oleh Brunei Darussalam dan Singapura pada Juli 2018 lalu.

Diharapkan Asean Car Free Day juga dapat menjadi sarana untuk menyatukan masyarakat serta berbagai sektor dan pemangku kepentingan, untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat dan yang terkait, termasuk pengendalian polusi, promosi olahraga, keterlibatan pemuda dan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan yang berwawasan kesehatan sangat diperlukan untuk menyehatkan masyarakat.

Di masing-masing negara, secara simultan, Brunei Darussalam dan Malaysia bergabung dalam launching ASEAN Car Free Day pada pagi hari tanggal 5 Agustus 2018. Negara-negara tersebut telah melakukan weekly car-free days atau car-free mornings. Negara Anggota Asean lainnya juga telah memulai hari bebas kendaraan bermotor, seperti Singapura yang mengadakan acara serupa pada tanggal 27 Juli 2018, sementara negara anggota Asean lainnya telah menjadwalkan kegiatan hari bebas kendaraan bermotor dalam beberapa bulan mendatang.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan Asean Declaration on Culture of Prevention for a Peaceful, Inclusive, Resilient, Healthy and Harmonious Society, yang telah diadopsi oleh para pemimpin negara Asean pada Konferensi Tingkat Tinggi Asean ke-31 pada 13 November 2017 di Manila, Filipina.

Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, menyampaikan, Pemerintah Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Asean yang telah menunjuk Indonesia untuk menjadi lead country sekaligus host country peluncuran Asean Car-Free Day.

Lebih lanjut Puan Maharani menjelaskan melihat tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam Car-Free Day, Indonesia berkomitmen melanjutkan penyelenggaraan program Car-Free Day dan mendukung kelanjutannya di tingkat Asean.

"Kami mengapresiasi inisiatif dan kerja sektor kesehatan Asean untuk mengangkat kegiatan Car Free Day sebagai bagian dari upaya Asean mendukung people-centred Asean dan mendukung kolaborasi antar sektor. Kami percaya Asean Car-Free Day dapat menjadi sarana yang baik bagi pembangunan masyarakat Asean, terutama di bidang kesehatan dengan bersama-sama melakukan aktivitas fisik maupun edukasi kesehatan di sepanjang area Car Free Day," ujarnya dalam siaran.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyampaikan Kementerian Kesehatan sangat mendukung program ini karena sejalan dengan semangat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Dia mengatakan mempraktikkan gaya hidup sehat, seperti olahraga, adalah bagian dari upaya pencegahan penyakit karena menjadikan tubuh kita lebih bugar dan pikiran lebih positif. Kita akan mengupayakan agar hal-hal positif ini dapat menjadi budaya yang diadopsi oleh masyarakat kita, masyarakat Asean."

Lebih lanjut Prof. Nila Moeloek menyampaikan harapan agar acara peluncuran Asean Car Free Day sekaligus dapat menyediakan ruang gerak yang luas bagi kolaborasi multi-sektor yang solid ti tingkat nasional dan Asean dalam rangka mempromosikan gaya hidup sehat dan menciptakan masyarakat yang damai, inklusif, tangguh, sehat, dan harmonis.

Pada kesempatan ini, Menteri Kesehatan memperkenalkan logo Asean Car Free Day yang akan digunakan di tingkat regional Asean. Logo dimaksud mewakili tekad Aseanuntuk bekerja sama dalam meningkatkan kualitas udara yang bersih, sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat dan membangun budaya masyarakat yang gemar melakukan upaya pencegahan.

Kegiatan Car Free Day diharapkan dapat mempererat kolaborasi multi-sektor, dan bertujuan tidak hanya untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan mengurangi tingkat polusi udara dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di jalan, tetapi juga untuk mendorong terciptanya masyarakat yang damai, inklusif, tangguh, sehat, dan harmonis.