BREAKINGNEWS.CO.ID-Nama Ketua Fraksi Partai Golkar, Melchias Marcus Mekeng kembali menjadi sorotan publik setelah mantan anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih menyeret nama Melchias Marcus Mekeng dalam persidangan kasus PLTU Riau 1.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik, Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan jika penyebutan nama Mekeng cukup berpengaruh signifikan terhadap Partai Golkar dan terhadap personal Mekeng sendiri. Apalagi, terseretnya nama Mekeng bertepatan dengan situasi politik saat ini khususnya menghadapi Pemilu Legislatif pada April 2019 mendatang.

“Dari aspek politik memang penyebutan nama pak Melchias Marcus Mekeng ini cukup berpengaruh signifikan terhadap Partai Golkar dan terhadap personal Melchias Marcus Mekeng senduri, apalagi terseretnya nama beliau kan bertepatan dengan situasi politik saat ini khususnya menghadapi Pemilu Legislatif April mendatang,” kata Ramses di Jakarta, Jumat, (4/1/2019).

Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia (L-API) ini menjelaskan jika dalam situasi politik saat ini, penyebutan nama seseorang apalagi nama seorang politisi di meja pengadilan bisa menjadi senjata untuk membangun opini publik negatif.

“Saya kira tidak menutup kemungkinan penyebutan nama seseorang di meja pengadilan apalagi dia seorang politisi bisa jadi alat atau senjata untuk membangun opini negatif terhadap orang tersebut,” ujarnya.

Diketahui, pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Direktur PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Nenie Afwani. Jaksa Penuntut Umum mencecar Nenie soal keterlibatan Melchias Marcus Mekeng dalam proyek PLTU Riau-1, dengan maksud menguji konsistensi Saksi atas keterangannya baik dalam BAP maupun dalam persidangan dan konsistensi itu diperoleh oleh Jaksa.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Mekeng disebut sebagai pihak yang mempertemukan ‎Nenie dan atasannya, Samin Tan kepada terdakwa Eni Saragih.

Sebelumnya, Mekeng melalui penasehat jukumnya, Petrus Selestinus, SH, membantah terlibat dalam kasus PLTU Riau-1. Bantahan ini disampaikan karena ada pihak-pihak tertentu yang mencoba menggiring opini ke arah Mekeng, seakan-akan Mekeng juga harus bertanggung jawab hanya karena membantu memperkenalkan Nenie dan SaminTan kepada Enie Maulani Saragih, Anggota DPR RI yang juga Anggota Fraksi Golkar DPR RI.