BREAKINGNEWS.CO.ID - Polda Metro Jaya kembali mengungkap peredaran narkoba jenis heroin. Seorang bandar berinisial DAJ terpaksa ditembak mati karena melakukan perlawanan setelah menunjukan penyimpanan heroin di rumahnya kawasan Bintaro beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, penangkapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya yang dipimpim Kompol Awaludin Amin pada Kamis (9/1/2020). 

"Jadi komplotan mereka ini mengedarkan narkoba di kawasan Jakarta Selatan. Berawal dari D kemudian kami dapatkan nama DAJ," ungkap Yusri, Senin (3/1/2020).

Awalnya, dari tangan pelaku pihak kepolisian menyita 3 gram heroin di dalam bagasi sepeda motor DAJ. Setelah dikembangkan lagi, DAJ mengaku sering menyuruh SW dan A mengedarkan narkoba tersebut di kawasan Jakarta Selatan.

"Jadi total 1 tersangka itu ada 4 orang. DAJ adalah bos dari mereka. Memang dia spesialis heroin," ucap Yasri.

Dalam pengembangan di rumah DAJ, pihaknya menemukan 1 Kg heroin dan saat akan dibawa ke Polda Metro DAJ mencoba melawan. Alhasil, karena tak ingin anggotanya terluka maka pelaku ditembak mati.

"Usai ditembak pelaku ini sempat dibawa ke rumah sakit tapi dalam perjalanan meninggal dunia," terangnya.

Pelaku dikenakan pasal 112 dan 114 KUHP tentang penyalahgunaan narkoba dengan ancaman hukuman penjara selama 20 tahun atau seumur hidup.