BREAKINGNEWS.CO.ID - Media Sosial, Facebook resmi milik Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen dilaporkan diretas pada Jumat (10/8/2018). Pembajak  dilaporkan sudah membobol tersebut serta mengunggah postingan berisikan pernyataan orang nomor satu tersebut yang seakan ingin menyerahkan sebagian kursi parlemen yang dikuasai partainya, Partai Rakyat Kamboja (CPP).


Unggahan yang membuat bingung tersebut sudah disukai oleh lebih dari 3.300 pengikutnya sebelum pada akhirnya dihapus. "Peretas membobol akun facebook Hun Sen dan mengatakan bahwa CPP akan menyerahkan empat kursi parlemen kepada partai lain," ucap juru bicara partai berkuasa itu, Sok Eysan, kepada AFP, Jumat (10/8).


"Berita itu palsu," kata dia mengonfirmasi bahwa tidak ada rencana dari CPP untuk menyerahkan kursi parlemen. Eysan berasumsi peretasan itu dilakukan oleh "kelompok oposisi, pengkhianat, pemberontak."

Peretasan ini terjadi hanya berselang satu pekan lebih setelah pemilihan umum digelar pada 29 Juli 2018 lalu. Hun Sen dan partainya dengan mudah memenangkan pemilu dikarenakan tidak ada perwakilan oposisi dalam proses demokrasi itu.

Kemenangan itu disebut palsu dikarenakan dirinya sudah terlebih dahulu menyingkirkan seluruh pesaing dan pengkritiknya, termasuk juga oposisi utama Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP).

Menjelang pemilu, Hun Sen juga gemar menyebarkan kampanye melalui media sosialnya dengan tujuan dapat merangkul dukungan dari kaum pemuda Kamboja. Sebab, dua pertiga dari total 16 juta rakyat Kamboja berusia di bawah 30 tahun.

Laman Facebook-nya juga hingga saat ini tercatat sudah disukai oleh 10 juta pengguna media sosial tersebut. Akan tetapi, aktivitasnya di medsos beberapa waktu terakhir ini turut dikecam dikarenakan diduga membeli akun agar mengikuti dan menyukai laman Facebook-nya. Hun Sen berkeras membantah tudingan tersebut.