BREAKINGNEWS.CO.ID - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), pada akhirnya menjamu Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di istananya di Riyadh. Hal tersebut dilakukan usai MbS gagal berkunjung ke Jakarta pada Februari 2019 lalu.

Dalam kesempatan itu, MbS disebut memuji stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kepemimpinan Jokowi. "Putra Mahkota menghargai stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik. Indonesia dinilai beruntung memiliki pemimpin yang jelas dan maju," kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Lestari Priansari Marsudi, yang turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut, Senin (15/4/2019).

Melalui pernyataan, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengatakan MbS dan Jokowi juga menyantap makan malam bersama dalam pertemuan itu. Kedua pemimpin mendiskusikan masalah penguatan hubungan bilateral antara Indonesia-Saudi. Retno mengatakan kedua pemimpin sepakat untuk membentuk mekanisme konsultasi tingkat pemimpin dan melakukan pertemuan setahun sekali.

"Indonesia-Saudi juga sepakat segera melakukan pertemuan untuk membahas investasi dan kerja sama ekonomi lain," kata Retno dalam pernyataan tersebut. Tidak hanya itu, MbS juga sepakat menambah kuota haji bagi warga Indonesia sebanyak 10 ribu jemaah. Dengan demikian, total kuota jemaah haji Indonesia mencapai 232 ribu.

Tak hanya soal haji, perdagangan, dan investasi, Retno menuturkan Riyadh juga tertarik melakukan kerja sama dalam sektor energi dan petrokimia. Retno menuturkan Jokowi dan MbS juga membahas kemungkinan perusahaan minyak Saudi, Aramco, bekerja sama dengan Pertamina untuk membangun kilang minyak di Cilacap.

"Menurut rencana, akan ada kunjungan dari Saudi untuk ke Indonesia guna membahas rencana peningkatan kerja sama baik di bidang energi yang terkait di bidang minyak dan juga industri Petrokimia," ucap Retno. Sementara itu, Jokowi juga mengungkapkan keinginan Indonesia untuk berkontribusi dalam mengimplementasikan revolusi pembangunan jangka panjang Saudi yang tertuang dalam Vision 2030.

Selain Retno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Duta Besar RI untuk Saudi Agus Maftuh Abegebriel juga turut hadir dalam pertemuan tersebut. Beberapa bulan belakangan, MbS sendiri sedang menjadi sorotan internasional karena kasus pembunuhan jurnalis pengkritik pemerintah Saudi, Jamal Khashoggi.

Khashoggi tewas di dalam gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu. Meskipun sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam konsulatnya. Namun, Riyadh berkeras membantah keterlibatan dalam pembunuhan sadis itu. Kerajaan tersebut mengklaim bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh sejumlah pejabatnya di luar kewenangan mereka.