BREAKINGNEWS.CO.ID - Charta Politika Indonesia dalam rilis surveinya menemukan bahwa tingkat pelanggaran pemilu berupa money politic atau politik uang di DKI Jakarta cukup tinggi.

Direktur Riset Charta Politika, Muslimin mengatakan bahwa masyarakat di DKI memaklumi adanya politik uang. "Ternyata di DKI juga cukup tinggi bahwa masyarakat sangat memaklumi jika ada parpol, caleg atau timses yang memberikan uang," kata Muslimin dalam paparannya, Senin (11/2/2019).

Dirinya pun merincikan bahwa di dapil DKI 1 sendiri setidaknya sekitar 58,2 persen masyarakat memaklumi adanya politik uang tersebut. "Sebesar 31,3 persen masyarakat tidak memaklumi dan 10,5 persen  masyarakat memilih untuk tidak menjawab. Nah, jadi hal ini sebenarnya yang dikhawatirkan bahwa politik uang tersebut masih sangat tinghi saat ini," ujarnya.

Sementara itu, lanjut Muslimin, di dapil DKI 2 memang kondisinya lebih rendah dibandingkan dengan DKI 1. "Yang memaklumi sebesar 47 persen dan yang tidak memaklumi sebesar 41 persen,. Masyarakat yabg tidak menjawab yakni sebesar 12 persen" ucapnya. "Kemudian, di dapil DKI 3 yang paling tinggi soal yang tidak memaklumi adanya politik uang yakni sebesar 47,6 persen. Dan yg memaklumi sebesar 42,6 persen. Dan masyarakat yang tidak menjawab sebesar 9,8 persen," imbuhnya.

Selain itu, kata Muslimin, pihaknya juga turut mempertanyakan kepada responden, apa saja yang diharapkan selain uang. Dari riset yang dilakukan, sembako juga menjadi yang tertinggi setelah uang.

"Nah, dimana di DKI 1 ini ada sebesar 30,7 persen. Di DKI 2 sebesar 36 persen dan di DKI 3 sebesar 40,8 persen. "Jadi kalau kita lihat berdasarkan uraian tersebut, pertarungan caleg di dapil DKI 3 ini memang cukup ketat. Penetrasi yang dilakukan oleh caleg juga lebih tinggi dan sembako maupun uang itu memang banyak berdiam di dki 3 bahkan ada beberapa yang viral tentunya di media sosial. Untuk itu, kita perlu hati-hati dimana pendidikan politik juga kita harus bertanggung jawab kepada parpol tentunya bahwa tingkat pelanggaran itu masih sangat tinggi," terang Muslimin.

Survei ini sendiri dilakukan pada tanggal 18 Januari sampai 25 Januari 2019. Survei dilakukan di dapil DKI 1,2 dan 3 dengan melibatkan 800 responden. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan margin of error lebih kurang sebesar 3,4 persen.