JAKARTA - Ada banyak pilihan minuman sehat seperti jus yang terdiri dari berbagai macam buah. Tapi rasanya belum banyak dari kita yang suka minum jus blueberry. Apalagi buah blueberry agak sulit ditemui di Indonesia. Padahal jus yang satu ini bukan hanya segar tapi juga punya manfaat yang cukup besar.

Minum jus blueberry ternyata bisa memperbaiki fungsi otak khususnya pada orang berusia lebih tua. Menurut studi University of Exeter, Inggris,  orang sehat berusia 65-77 tahun yang minum  sari  jus Blueberry setiap hari dapat memperbaiki fungsi kognitif, aliran darah ke otak dan aktivasi otaknya saat melakukan tes kognitif.

Juga terdapat  bukti yang menunjukkan adanya perbaikan dalam memori kerja. "Fungsi kognitif kita cenderung menurun seiring bertambahnya usia, tetapi penelitian sebelumnya telah menunjukkan kalau fungsi kognitif bisa terjaga dengan diet kaya makanan nabati," tutur Dr Joanna Bowtell, head of Sport and Health Sciences at the University of Exeter.

Dari 26 orang dewasa sehat yang terlibat dalam penelitian, 12 orang di antaranya mendapatkan jus Blueberry, sekali dalam sehari. Sementara sisanya hanya menerima plasebo.

Sebelum dan setelah periode penelitian selama 12 minggu, para partisipan melakukan berbagai tes kognitif sementara fungsi otak mereka dan aliran darah otak diukur.

Hasil penelitian memperlihatkan, dibandingkan dengan kelompok yang diberi plasebo, mereka yang mengonsumsi blueberry menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas otaknya, khususnya pada daerah otak yang berhubungan dengan tes kognitif.

"Dalam studi ini kami telah menunjukkan bahwa hanya 12 minggu mengkonsumsi 30ml jus Blueberry terkonsentrasi setiap hari, aliran darah otak, aktivasi otak dan beberapa aspek memori kerja meningkat pada orang dewasa sehat yang berusia lebih tua," sambung dia.

Blueberry kaya akan flavonoid, yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Flavonoid, yang berlimpah pada tanaman, cenderung menjadi komponen penting dalam menyebabkan efek perbaikan daya ingat.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa risiko demensia bisa dikurangi dengan konsumsi buah dan sayuran dalam jumlah lebih banyak.