BREAKINGNEWS.CO.ID - Masyarakat Indonesia di Amerika Serikat yang tergabung dalam konsolidasi ribuan relawan lintas organisasi yang menggabungkan 36 negara bagian di AS Amerika Bersatu menyuarakan keprihatinan mereka dan mengecam upaya pembunuhan yang terjadi pada Menkopolhukam Republik Indonesia Wiranto pada 10 Oktober 2019 di Pandeglang, Banten.

Melalui rilis tertulis, Ronny Rusli dari Dallas, TX, selaku Chairman dari Amerika Bersatu menyampaikan, “Kami menghimbau Pemerintah untuk mengusut tuntas dan mengambil langkah yang tegas terhadap semua pihak yang mengganggu ketentraman dan kedamaian di tanah air, terutama atas kelompok-kelompok radikal yang memaksakan kehendak dan ideologi melalui tindak kekerasan,” ujar Ronny.

Hal senada disampaikan oleh Indradi Partowardojo, sesepuh Amerika Bersatu dari Washington, DC dan salah satu pendiri dari organisasi #DC4INDONESIA. “Peristiwa ini adalah bukti bahwa radikalisme dan intoleransi telah menjadi ancaman nyata bagi NKRI, dan harus dibasmi habis hingga ke akar-akarnya. Mari kita kembalikan Indonesia sebagai negara demokrasi yang toleran, rumah untuk semua orang, apapun suku bangsa, agama, ras dan budayanya.”

“Pemerintah harus tegas dalam menindak, melibas segala bentuk radikalisme. Kami siap mendukung penuh usaha pemerintah sebisa kami dalam hal ini,” jelas Rossy Beaudoin, warga Indonesia yang tinggal di Vancouver, Canada.

Masyarakat juga menghimbau pemerintah untuk bukan hanya menindak tegas pelakunya saja, namun yang tidak kalah penting, dalang dibalik peristiwa ini. 
 
“Pemerintah harus menyelidiki dan menindak tegas, bukan hanya pelakunya saja, namun provokatornya juga,” ujar Ita Quattrone dari Sacramento, California. “Pelantikan Pak Jokowi dan KH Maruf Amin sudah dekat. Kita tahu lah mereka maunya apa. Bernegara kok maunya sendiri,” papar Ita.

“Tindak sekeras-kerasnya,” seru Lusi Sumarna koordinator Amerika Bersatu dari Florida yang kerap kali menyelenggarakan berbagai acara bagi warga Indonesia. “Kita ingin negara kita aman, damai, dan tentram. Tidak ada tempat di NKRI untuk hal-hal yang begini ini,” lanjut Atty Brame dari Houston, TX melalui sambungan telepon. 
 
Robbynson Suy, salah satu sesepuh Amerika Bersatu dari North Carolina yang juga pernah menjadi anggota Marinir TNI berharap Pemerintah akan menghukum para pelaku seberat-beratnya. 
 
“Saya ingat sekali pernah tersebar berita ada rencana aksi pembunuhan terhadap sejumlah tokoh nasional beberapa waktu yang lalu. Ini sudah tidak main-main. Penusukan dan upaya pembunuhan, ini jelas tidak dapat ditolerir. Hukum seberat-beratnya harus dijalankan,” tegasnya. 
 
Syaiful Hamid, salah satu sesepuh Amerika Bersatu yang juga pendiri dari Indonesian House of New York berpendapat bahwa tindakan tegas pemerintah harus dimulai pada pembersihan aparat negara dari paham radikalisme. “Saya percaya upaya ini merupakan gunung es dari bahaya laten radikalisme bukan dari dalam negeri saja, tapi juga di luar negeri. Bahkan sudah jelas banyak aparat kita yang tidak mengakui Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya berapi-api.

Syaiful melanjutkan, “Walaupun negara kita menganut sistem demokrasi dan kebebasan berpendapat, tetapi sekarang sudah waktunya negara memberikan batasan dalam mengemukakan pendapat. Pak Tito, tolong tindak tegas.”

“Kami berharap Bapak Wiranto dapat sembuh seperti sediakala secepatnya. Allah yang Maha Pengasih memberkati Bapak dan mari kita bersama-sama terus melanjutkan perjuangan kita menyelamatkan NKRI dari radikalisme dan intoleransi,” tutup Herning Grissom, sesepuh Amerika Bersatu dari Sacramento, California.