JAKARTA- Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu menegaskan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan lembaga yang ironi pada era demokrasi pasca reformasi.

"Saya enggak melihat umpama dalam sistem demokrasi ini menafikan akuntabillas yaitu KPK. Nah ini yang menjadi ironi sebenarnya kelembagan di negara kita, pada era demokrasi dari 98 hingga sekarang," ujar Masinton di Press Room DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017).

Bahkan kata Masinton segala temuan Pansus Hak Angket KPK tidak dianggap masalah oleh lembaga antirasuah tersebut. Padahal kata Masinton, pihaknya telah menemukan berbagai fakta terkait pelanggaran yang dilakukan oleh KPK.

"Nah sekarang ini eranya dalam Pansus Angket sudah jelas berbagai fakta dan temuan mengenai temuan-temuan pelangaran yang dilakukan oleh KPK. Kerja yang tidak sesuai dengan perundang-undangan, dan pelangaran lainya. Nah ini sampai sekarang temuan-temuan ini dianggap KPK tidak ada masalah," tegasnya.

Masinton pun menyoroti kegagalan KPK dalam praperadilan. Dalam catatan Masinton, KPK telah tujuh kali kalah dalam praperadilan. Sebetulnya kata Masinton tidak boleh gagal.  "Selama ini dianggap intitusi KPK itu paling benar. Kalau tidak salah, ada tujuh kasus KPK itu kalah dalam praperadilan, jangan kan tujuh kali, sekali aja sebetulnya tidak boleh," pungkasnya.