BREAKINGNEWS.CO.ID - Jelang debat kelima antar capres dan cawapres Pilpres 2019, juru bicara (jubir) Badan Pemenangan Nasional (Prabowo-Sandi), Ferdinand Hutahaean mengungkapkan jika pihaknya menaruh perhatian serius soal kesejahteraan sosial dan ekonomi.

Menurut Ferdinand, terkait dengan kesejahteraan sosial, pihaknya ingin merubah revolusi putih menjadi sedekah putih. "Agar bagi anak-anak yang alami kekuarangan gizi, jumlahnya berkurang. Kemudian perbaikan akhlak, kita tawarkan program sekolah libur, supaya anak-anak bisa kumpul dengan keluarga sehingga tidak terjadi lagi kasus audry," kata Ferdinand kepada wartawan saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

"Soal ekonomi, masyarakat kita tentu merasakan tekanan ekonomi. Seperti harga-harga bahan pokok yang tinggi. Kalau harga bahan pokok rendah, itu bohong," sambung Ferdinand.

Soal sedekah putih, Ferdinand menjelaskan jika program tersebut tujuannya yakni untuk memberikan tambahan gizi bagi anak-anak, yakni usia PAUD, TK dan SD. "Contoh bubur kacang ijo, kita lihat kadar gizi dan kalorinya agar aman dikonsumsi oleh anak-anak tersebut," ujarnya.

Sementara itu, soal harga pangan, ia mengatakan bahwa harga bahan pokok yang tinggi itu karena subsidi yang dicabut oleh pemerintah.

"Jadi harga tinggi karena dicabut subsidi ke petani. Intinya disini kita akan kembalikan subsidi ke petani. Produk pertanian murah," terang Ferdinand yang juga Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat itu.

Selain itu, Ferdinand juga mengungkapkan bahwa Prabowo dan Sandiaga Uno akan berangkat menuju lokasi debat bersama-sama beserta rombongan sekitar pukul 19.15 WIB. Terkait persiapan, Ferdinand mengatakan jika pihaknya tidak melakukan persiapan khusus dalam menghadapi debat pamungkas ini.

"Persiapan lancar, nggak ada persiapan khusus. Cuman terkahir-terakhir banyakan senyum aja jangan tegang-tegang. Isu ekonomi terutama yang dirasakan masyarakat terutama yang oleh pengusaha kita, pengusaha lokal kan menjerit semua banyak projek besar yang glondongan, pengusaha kecil nggak bisa, karena banyak diambil pengusaha besar," tuturnya.

Adapun debat kelima ini berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta dengan tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan dan industri. Debat ini sendiri dipandu oleh Tomy Ristanto dan Balques Manisang sebagai moderator.