Jakarta - KPK memperpanjang masa penahanan Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariadi yang berstatus tersangka kasus dugaan korupsi suap untuk memuluskan perizinan pembangunan Mall Transmart. Tidak hanya Tubagus Iman, KPK juga memperpanjang masa penahanan dua tersangka lainnya kasus ini, yaitu Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP)/ Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Pemkot Cilegon Ahmad Dita Prawira; dan seorang bernama Hendry.

‎Jubir KPK, Febri Diansyah menuturkan tim penyidik memutuskan memperpanjang masa penahanan terhadap ketiga tersangka selama 30 hari. "Hari ini Senin (18/12) penyidik melakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari dimulai tanggal 22 Desember 2017 sampai dengan 20 Januari 2018 untuk tiga tersangka tindak pidana korupsi suap terkait dengan pengurusan perijinan pembangunan Mall Transmart di Cilegon," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (18/12).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan enam orang tersangka. Selain Tubagus Iman, Ahmad Dita dan Hendry, status status tersangka juga disematkan KPK kepada Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC), Tubagus Donny Sugihmukti; Legal Manager PT KIEC Eka Wandoro dan Project Manager PT Brantas Abipraya, Bayu Dwinanto Utomo‎. Berkas perkara Tubagus Donny Sugihmukti, Eka Wandoro dan Bayu Dwinanto telah dilimpahkan KPK ke tahap penuntutan.

Diduga Iman bersama Ahmad Dita Prawira telah menerima suap Rp1,5 miliar dari PT KIEC dan PT Brantas Abipraya untuk memuluskan proses perizinan Amdal Transmart yang akan dibangun di Lapangan Sumampir, Jalan Yasin Beji, Kebon Dalem, Kota Cilegon. PT KIEC dan PT Brantas Abipraya bersama Tubagus Iman‎ menyepakati untuk menyamarkan uang suap ini dalam bentuk dana CSR Cilegon United Football Club.