BREAKINGNEWS.CO.ID - Mantan atlet nasional asal Nusa Tenggara Timur, Martha Kase, menjadi korban pengeroyokan oleh oknum Security Gagak Rima (SGR) pada Selasa (27/10). Peraih medali emas nomor lari SEA Games 1987 itu mengatakan, insiden itu terjadi saat dirinya dan rekan-rekannya berjualan minuman di sekitaran Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Martha mengungkapkan bahwa ia diusir dan tidak boleh berjualan di kawasan tersebut. Padahal, kata Martha, dia sudah berjualan di GBK sejak 20 tahun yang lalu. Ketika itu disuruh oleh temannya yang juga merupakan atlet nasional Mohamad Sarengat ( peraih emas atletik 1962 ).

Mereka (Martha dan rekan-rekannya) dilarang dagang pihak securty SGR, yang baru di tempatkan oleh manajemen GBK sejak Asian Games dan Asian Para Games 2018. Karena Martha dan kawan-kawan menolak tiba-tiba dini hari sekelompok oknum securty SGR menggunakan mobil patroli 3 buah datang menyerang Martha dkk. Bahkan Martha sendiri ditelanjangi dan nyaris di tusuk dengan benda-benda tajam. Berkali-kali Martha diinjak, ditinju , dipukul pakai besi tumpul . Ketika itu, yang menyerang Martha dkk juga berteriak " mana ambon ambon tuh ..Hajar ambon ", kata Tobbyas Ndiwa, kuasa hukum Martha melalui keterangan tertulisnya kepada Breakingnews.co.id, Kamis (1/1/2018).

Martha, lanjut Tobbyas, setelah pengeroyokan itu langsung melapor ke polisi di Polsek Tanah Abang dengan nomor LP : 0609/K/X/2018/Sek.TRO.TA. Lalu polisi menyuruh Martha membuat visum di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo. Sekembali dari rumah sakit membawa hasil visum, Marta menanyakan laporannya yang tidak menjadi BAP (Berita Acara Pemeriksaan). "Dia justru disuruh pulang. Anehnya lagi, pihak pengeroyok malah ikut membuat laporan polisi dan divisum seoalah-olah mereka adalah korban. Akibat Martha tidak dihiraukan, maka dia pulang dengan penuh kecewa. Pada tanggal 30 Oktober 2018, Martha datang lagi baru di BAP. Ada isu securty SGR di bekingi oleh oknum jenderal," ucap Tobbyas.

Tobbyas menjelaskan mengapa dirinya menjadi kuasa hukum Martha, karena Martha sebelumnya telah meminta bantuan kepada rekannya yang juga mantan atlet di antaranya adalah Eduardus Nabu Nome ( mantan peraih perak olimpiade soeul 1988 ). Tobbyas mengatakan, dengan tindakan yang dilakukan terhadap kliennya itu, para pengeroyok bisa dijerat pasal 353 KUHP ( kekerasan terhadap perempuan) dan pasal 4 UU no.40 thn 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis yang dilakukan pihak pengeroyok yaitu oknum securty SGR GBK," pungkas Tobbyas.