JAKARTA---- Indonesia memiliki banyak seniman kontemporer yang tak semuanya mendapat ruang ekspresi dan apresiasi.  Beragam kendala, mulai dari minimnya rendahnya penghargaan  sampai ruang mengekspresikan karya yang terbatas, membuat artis  bidang ini  kerap tak terpantau masyarakat,  dibandingkan musisi atau artis peran.

Potensi besar yang belum tergali itulah yang ingin diangkat oleh Martell Indonesia yang dengan konsistensinya untuk selalu mendukung sekaligus membuat seniman kelompok ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat.

Bentuk dukungan tersebut diwujudkan gelaran pameran seni kontemporer bertajuk “Semesta Kecil di tengah-tengah Ladang Makna.” Berkolaborasi dengan Edwin’s Gallery, pameran seni kontemporer yang bertempat di Edwin’s Gallery, Kemang, Jakarta Selatan ini menggandeng Danuh Tyas selaku kurator dan didukung oleh 14 seniman Indonesia dan akan berlangsung  selama 11 hari, mulai dari tanggal 01 Maret hingga 11 Maret 2018.

“Sebelumnya, kita telah bekerjasama dengan Edwin’s Gallery sebanyak dua kali dan berdasarkan pengalaman, kita merasa cocok dengan pihak Edwin’s Gallery dalam menggelar art exhibition,” kata Edhi Sumadi,  Managing Director PT Pernod Ricard Indonesia di Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Bagi seorang seniman, karya seni merupakan sebuah perwujudan ide, cara pandang, serta buah hasil pemikiran mereka terhadap segala hal yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Dari lingkungan yang berbeda kemudian akan lahir pemikiran yang berbeda pula, sehingga menciptakan sebuah karya seni dengan ragam jenis yang unik dan khas. Dunia yang dimiliki oleh seorang seniman sangatlah luas. Banyak pula objek yang dapat diambil dari makna-makna lain tentang dunia sekitar sebagai bahan dasar munculnya sebuah ide. Buku, internet, serta perbincangan mereka dengan orang sekitar adalah tiga diantara sekian banyaknya sumber.

Dunia sekitar bukanlah lagi menjadi tempat di mana mereka hidup saja, tapi sudah menjadi elemen penting yang dapat “menghidupi” karyanya. Oleh karena itu, dunia sekitar dianalogikan sebagai “ladang makna” yang secara literatur dapat membuat gagasan berkarya seorang seniman tumbuh subur. Bila dunia sekitar dilihat sebagai ‘semesta’ yang melingkupi seorang seniman, maka seorang seniman bisa dikatakan sebagai individu yang berada di tengah-tengah ladang makna. Hal tersebutlah yang menjadi landasan terciptanya tema untuk pagelaran seni kali ini.

Ruang pameran seni kontemporer Martell Indonesia

Danuh Tyas sebagai kurator kali ini akan didukung oleh 14 seniman Indonesia berbakat, diantaranya adalah; Abenk Alter, Anton Subiyanto, Emte (Muhammad Taufiq), Hendra ‘Blankon’ Priyadhani, I Putu Adi Suanjaya ‘Kencut,’ Michael Binuko, Ngakan Putu Agus Arta Wijaya, Nurrachmat Widyasena, Radhinal Indra, Rocka Radipa, Rudy Atjeh, Sekarputri Sidhiawati, Walid Syarthowi, dan Yosefa Aulia.

Meskipun ini merupakan pagelaran seni yang diadakan untuk ke-12 kalinya, Martell tetap tidak melupakan tujuan awal diselenggarakannya acara ini, yaitu ingin memajukan dunia seni kontemporer Indonesia. “Agar di masa mendatang akan banyak pengakuan lebih dari dunia Internasional dan juga pasar domestik terkait dengan seni kontemporer yang negara ini miliki,” Edhi Sumadi menambahkan.