BREAKINGNEWS.CO.ID - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez mengaku jika dirinya tak mau cuek dan merasa santai meski telah unggul 49 poin dari para rivalnya menjelang MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring akhir pekan ini. Ia yakin dirinya harus tetap berhati-hati dan mengawasi gerak-gerik para rivalnya.

Dalam 10 balapan pertama musim ini, Marquez lebih sering bertarung wheel-to-wheel dengan para rider Ducati, namun justru pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi lah yang justru diam-diam membuntutinya, dengan duduk di peringkat kedua pada klasemen pembalap. "Sepanjang musim ini, saya merasa rival utama saya di lintasan adalah para pembalap Ducati, tapi soal perebutan gelar, rival saya adalah Vale. Ini semua berkat pengalamannya. Vale tahu ia harus finis di semua balapan, dan ia tahu cara terbaik dalam memanfaatkan segala situasi," ujar Marquez, dikutip Marca.

Di sisi lain, kini Dovizioso juga mulai mengejar. Meski sempat tiga kali gagal finis di enam seri pertama, Dovizioso sukses naik ke peringkat ketiga pada klasemen pembalap, tertinggal 68 poin. "Dovi telah gagal finis lebih dari yang biasa ia lakukan, tapi ia selalu menghadirkan balapan yang sangat berbeda. Ia adalah rider yang cepat belajar dari kesalahan. Saya melihat Ducati makin kuat, tapi di peringkat kedua ada Yamaha dan Vale," ungkap Marquez.

Fakta bahwa dirinya dikalahkan Dovizioso tepat di tikungan terakhir Red Bull Ring tahun lalu, serta kalah dari Dovizioso dan Jorge Lorenzo di Ceko akhir pekan lalu, ternyata tak membuat semangat Marquez merosot. Motor RC213V yang menurutnya telah menemukan keseimbangan performa, ia yakini bisa membantunya melancarkan aksi balas dendam.

"Saya tiba dengan perasaan yang lebih baik ketimbang tahun lalu, dan kami tampil baik nyaris di semua sirkuit. Le Mans adalah sirkuit di mana kami biasa kesulitan, tapi tahun ini tidak terlalu. Ducati memang bakal kuat di sini, tapi kami harus melihat jalannya pekan balap. Target kami adalah naik podium dan memperbutkan kemenangan," pungkas Marquez.