BREAKINGNEWS.CO.ID - Maria Natalia Londa, begitulah namanya. Sosok atlet kebanggaan Indonesia di cabang olahraga (cabor) atletik disiplin lompat jauh. Hal itu tak berlebihan karena setimpal dengan pencapaiannya selama ini untuk Indonesia. Maria Londa, begitu ia akrab disapa, mengenal lompat jauh sejak masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Proses panjang mengantarkannya hingga mengoleksi deretan medali emas di ajang nasional, regional dan internasional.

Salah satunya, medali emas Asian Games 2014 Incheon. Maria melompat sejauh 6,55 meter. Sejak itu, Maria percaya diri kian mengidentikkan dirinya dengan lompat jauh. Hasil di Incheon juga menjadikan sebagai peraih medali emas satu-satunya bagi Indonesia dari cabor atletik.

Lompatan terjauh Maria Londa pada Asian Games sebelumnya 6,55 meter
(Foto: Dok. Saptono/antara)

Kini, event yang ditaklukkan Maria Londa empat tahun lalu akan digelar di Indonesia. Dua kota, Jakarta dan Palembang siaap menjadi tuan rumah event bangsa-bangsa di kawasan Asia itu. Sudah jelas, atlet kelahiran 29 Oktober 1990 ini pun akan menjadi harapan utama Indonesia. Maria diharapkan kembali mengulang hasil optimal Asian Games 2014 di depan publik sendiri. Cabor atletik pada Asian Games 2018 akan berlangsung sejak Sabtu (25/8) hingga Kamis (30/8) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

"Persiapan saya sudah 95 persen, pematangan teknik, fisik, dan mental sudah. Jadi, sisanya hanya keyakinan saja, untuk menghadapi perlombaan nanti," kata Maria Londa kepada Breakingnews.co.id, Senin (30/7/2018).

"Mudah-mudahan, segala latihan saya, kerja keras sama pelatih selama ini bisa membuahkan hasil, dan semua persiapan berjalan lancar ketika perlombaan nanti. Karena, setiap event berbeda," ujarnya, melanjutkan.

Maria Londa saat ini sedang melakukan latihan di Bali. Diakuinya, selama menjalani latihan dia merasa nyaman dan fokus. Hal itu dikarenakan, berdekatan dengan keluarganya yang notabene tinggal di Pulau Dewata. "Untuk kendala sih tidakj ada, kita berlatih dengan nyaman, karena latihan di Bali ini juga bisa dekat dengan keluarga, jadi bisa fokus. Tapi, kalau memang ada jadwal untuk terapi, ya saya kembali untuk ke Jakarta, setelah itu balik lagi ke Bali. seperti itu aja sih," bebernya.