BREAKINGNEWS.CO.ID – Pelaksanaan acara puncak kegiatan Bau Nyale yang jatuh pada tanggal 24-256 Februari 2019 di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat,  akan didahului oleh acara Mandalika Berzikir. Penetapan tanggal tersebut juga untuk memupus dualisme yang pernah terjadi pada pelaksanaan tahun sebelumnya.

"Bau Nyale tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana tahun ini akan dibuka dengan Mandalika Berdzikir, tepatnya di Masjid Nurul Bilad, Kuta," kata Lalu Sungkul, Camat Pujut di Desa Sengkol, Kamis (10/1/2018).

"Insya Allah tahun ini tidak ada dualisme pendapat terkait penetapan Bau Nyale," ujar, Kamis.

Lalu Sungkul menambahkan, penetapan puncak Bau Nyale ini diputuskan setelah para pemangku adat, budayawan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan sejumlah komunitas di wilayah Pujut, termasuk Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah HL Muhammad Putria menggelar "sangkep warige" (rapat adat)  Dusun Ende, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut tersebut. “Kalau ada yang ngomong di belakang karena tak sependapat akan dijatuhi denda,”tambahnya.

Tujuan dibuatnya kesepakatan itu, tak lainagar semua pihak sama-sama menyukseskan kegiatan tangkap  cacing laut yang sudah sudah masuk dalam agenda pariwisata nasional nasional itu. "Kegiatan Bau Nyale ini masuk 10 besar kegiatan kalender pariwisata nasional. Jadi mari kita jaga, lestarikan dan sukseskan kegiatan Bau Nyale tahun ini," kata Sungkul.

Dalam kesempatan yang samam Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah H Lalu Muhammad Putria menjelaskan, acara "Sangkep Warige" ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan, melainkan didahului berbagai ritual para pemangku dan lainnya. Setelah itu, baru dilakukan penentuan tanggal Bau Nyale.

"Semoga tidak ada lagi perbedaan. Hasil kesepakatan ini bisa jadi satu bahasa, kalau puncak Bau Nyale jatuh tanggal 24-25 Februari," jelasnya.

Sedangkan, rangkaian kegiatannya telah disusun oleh Pemerintah Provinsi NTB. Tinggal saat ini, dilakukan pemantapan pelaksanaan kegiatan.

Diketahui sebelumnya, kegiatan inti Bau Nyale merupakan ritual adat masyarakat Sasak untuk menangkap cacing laut yang diyakini sebagai jelmaan Puteri Mandalika. Puteri yang sangat cantik jelita ini menceburkan diri ke laut Seger Lombok Tengah karena bingung memilih sejumlah pangeran yang ingin mempersuntingnya.

Itu dilakukan agar keberadaannya yang muncul dalam wujud cacing laut dapat dinikmati oleh masyarakat banyak. Kemunculannya pun setiap tahun dilaksanakan yakni pada tanggal 20 bulan 10 berdasarkan kalender Sasak, suku terbesar di Pulau Lombok.