BREAKINGNEWS.CO.ID - Manchester City berkesempatan mengkudeta Liverpool di puncak klasemen Liga Inggris. Namun, syaratnya tak mudah, The Citizens harus mengalahkan Chelsea terlebih dulu pada laga pekan ke-26 di Etihad Stadium, Minggu (10/2/2019) malam WIB nanti.

ManCity saat ini berada di posisi dua klasemen sementara dengan 62 poin dari 26 pertandingan. Poin tersebut berjarak tiga angka dari Liverpool di peringkat pertama. Artinya, kemenangan akan membuat manCity memiliki poin yang sama. Namun, pasukan pep Guardiola itu berhak berada di urutan pertama karena produktivitas gol.

Adapun Chelsea juga butuh tiga poin untuk kembali ke empat besar. Kini The Blues sementara turun ke peringkat lima dengan 50 poin dari 25 laga, setelah digusur Manchester United yang tadi malam menang atas Fulham dan mengoleksi 51 poin.

Itu sebabnya, manajer ManCity, Pep Guardiola menyebut pertandingan melawan Chelsea akhir pekan ini bak sebuah laga final."Saya sangat hormat dengan mereka (Chelsea). Pertandingan ini seperti laga final buat kami," kata Guardiola seperti dilansir Sky Sports.

"Saya juga ingin para pemain merasakan bahwa pertandingan sebuah final yang nyata buat kami. Jadi kami harus bermain ngotot seperti di final." tambahnya.

Guardiola juga tidak menyangkal kalau Chelsea memiliki kualitas tim yang bisa menyulitkan ManCity. Itulah yang sangat diwaspadai ManCity. "Anda bisa melihat gelandang dan striker terbaik di dunia ada di sana (Chelsea). Dan mereka tahu dengan baik apa yang harus dilakukan," katanya.

Kemenangan Ditentukan Lini Tengah

Sementara itu, manajer Chelsea, Maurizio Sarri memprediksi laga timnya dengan ManCity akan ditentukan oleh lini tengah. “Ini akan sangat sulit untuk mengontrol pertandingan. Duel ini akan ditentukan di sana posisi gelandang, melebihi posisi striker. Kami mampu mengembangkan permainan jika kami menghentikan Fernandinho dan mereka juga bisa bermain jika menghentikan Jorginho.," ucapnya.

Kami punya banyak opsi. Mungkin mereka punya lebih banyak opsi ketimbang kami karena mereka sudah bekerja selama tiga musim. Namun saya ingat bahwa di Naples [ketika Sarri masih di Napoli], itu bukan masalah besar ketika Jorginho dikawal ketat [oleh tim arahan Pep Guardiola], jadi saya harap ini akan sama," pungkasnya.