BREAKINGNEWS.CO.ID - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar geram dengan keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang dianggapnya tak diambil berdasar rosedur yang jelas. Harusnya, sebelum menjatuhkan sanksi, Komdis PSSI memanggil pemain yang diduga melakukan pelanggaran terlebih dulu.

Namun selama ini, kata Umuh, Komdis justru dengan seenaknya menjatuhkan sanksi. Apalagi, ke Persib yang dirasanya cukup sering mendapat sanksi dari lembaga tersebut. "Tidak transparan mereka (Komdis) bodoh. Di mana-manapun dipanggil (pemainnya) sidang di situ, adu argumen. Dijelasin kesalahannya di menit berapa. Tapi ini tahu-tahu sanksi saja," kata Umuh di Graha Persib, Kota Bandung, Jumat (3/8/2018).

Komdis PSSI menghukum striker Persib, Ezechiel N'Douassel, dengan larangan bertanding di dua laga plus denda Rp 20 juta. Ezechiel disanksi karena dianggap memukul memukul pemain Barito Putera, Hansamu Yama. Hukuman tersebut membuat Ezechiel tak bisa diturunkan pada laga melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (4/8). "Eze (sanksinya) tidak jelas, kemarin (sanksi) dua kali main juga belum, udah tambah lagi. Yang benar saja, kenapa tidak dari kemarin pemberitahuannya," ucap Umuh.

Umuh mengaku sudah mengirimkan surat keberatan kepada PSSI terkait sanksi tersebut. Umuh berharap ada keadilan dalam setiap sanksi yang dikeluarkan Komdis PSSI. "Minta pertimbangan, ini bukan intervensi tapi kami minta keadilan," katanya.

Curigai Komdis

Sikap Komdis yang selalu memberikan Persib sanksi membuat umuh mencurigai Komdis ingin menggembosi kekuatan timnya. "Pasti seperti itu (ada yang ingin menggembosi), Pak Edy (Ketum PSSI) juga kalau tahu dan sadar di belakangnya itu parah, ketua umum pasti marah. Pak Edy juga terbuka melihat yang sebenarnya, makanya komdis mau dibubarkan. Saya sangat curiga, ada apa, saya pertanyakan," ujar Umuh.

"Jadi saya minta pertimbangan, saya masih bicara tidak keras, saya bicara baik baik dulu. Nanti kalau saya sudah keras dan saya sudah bicara lain, lain cerita. Di sini saya minta pertimbangan, saya di sini bukan intervensi, tapi saya minta keadilan," katanya.

"Kemarin saya beberapa lama diam. Saya diam, saya tidak mau banyak bicara. Tapi kalau terus-terusan seperti ini, saya pun kesal juga. Bobotoh menanyakan bagaimana ini Pak kelakuan Komdis ini. Makanya Pak Joko Driyono mau membubarkan Komdis. Komite wasit pun mau dibubarkan. Alhamdulilah kalau dibubarkan dan digantikan dengan yang benar," kata Umuh.