BREAKINGNEWS.CO.ID - Insiden menegangkan terjadi pada menit ke-69 dalam pertandingan antara Bhayangkara FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Rabu (11/7/2018). Pemain Bajul Ijo, Andri Muliadi, kolaps akibat kepalanya terbentur tanah. Hal itu terjadi setelah Andri kalah duel udara dengan Dendy Sulistyawan.

Manajer Persebaya Surabaya, Chairul Basalamah, geram terhadap wasit pada laga tersebut. Menurutnya, wasit Adi Riyanto dianggap lamban dalam mengambil keputusan untuk menghentikan pertandingan. Padahal, diungkapkan Abud, begitu sapaan akrabnya, seluruh pemain Persebaya dan official di bench sudah cemas melihat kondisi Andri yang tak berkutik "Standar (menunggu 20 detik setelah pemain tergeletak) itu boleh, tapi kita juga harus melihat kondisi di lapangan. Saya jujur, bahwa menurut saya wasit ini agak gawat, sewaktu di Madura pun begitu, mengambil keputusan agak sedikit ekstrem," keluh Abud.

Andri kemudian langsung dibawa oleh ambulans ke rumah sakit dalam kondisi tak sadarkan diri. Kondisi pemain 25 tahun asal Aceh itu sudah membaik begitu dibawa ke rumah sakit, tapi pihak Persebaya siap melayangkan protes ke wasit Adi. "Andri masih oke, masih sadar, tim dokter sudah menemani dia di sana (rumah sakit). Cuma saya merasa tadi, kalau kita menunggu sampai 20 detik bagaimana? Karena tadi saya benar-benar lihat dia jatuh, kepalanya kena tanah dan matanya sudah ke atas," beber Abud.

Abud menambahkan, asisten wasit juga terlalu lamban dalam menentukan sikap. "Dia tadi tidak melihat, tapi kami yang melihat, bahkan dia nahan kami untuk masuk. Tadi itu bahaya, kalau tadi telat sepersekian detik kita tidak tahu. Saya sih bersyukur Andri tadi sehat," ucapnya. Saat ini Andri tengah dipantau kondisinya di rumah sakit untuk memastikan tidak mengalami gegar otak. "Kata dokternya tunggu setengah jam kalau tidak muntah berarti gak ada gegar otak, ya harapannya juga seperti itu," tutup Abud.

Di sisi lain, pertandingan antara Bhayangkara FC melawan Persebaya Surabaya berakhir imbang 3-3. Tiga gol pasukan Simon McMenemy dicetak oleh gol bunuh diri Rishadi Fauzi menit ke-17, Vendry Mofu (34'), dan Alsan Sandra (85'). Sementara, gol balasan Bajul Ijo dicetak oleh Osvaldo Haay (39') dan Ifran Jaya (83'), dan David da Silva (87).