BREAKINGNEWS.CO.ID – Manajer tim nasional Iran, Carlos Queiroz menyatakan bila bintang Portugal, Cristiano Ronaldo dan bintang Argentina, Lionel Messi telah mendapatkan perlakuan istimewa dari wasit pada perhelatan Piala Dunia Rusia 2018.

Yang teranyar, Cristiano Ronaldo mengalami malam mengecewakan usai gagal mengeksekusi penalti saat Portugal hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Timnas Iran di laga terakhir penyisihan Grup B Piala Dunia 2018.

Bintang Real Madrid Ronaldo itu beruntung tidak diusir sang pengadil lapangan setelah menyikut bek Iran, Morteza Pouraliganji. Dia hanya memperoleh kartu kuning setelah satu review VAR yang berkepanjangan.

Sementara itu, Lionel Messi yang menjalani Piala Dunia 2018 bersama Argentina telah tampil di dua laga pertamanya. Namun akhirnya, Argentina mampu memastikan diri lolos ke babak 16 besar usai menyingkirkan Nigeria dengan skor 2-1. Hal tersebut pun membuat Queiroz mengeluhkan penggunaan Video Asisten Wasit (VAR). Ia mengklaim hanya orang-orang seperti Ronaldo dan Messi yang mendapatkan manfaat dari adanya VAR tersebut.

“Kenyataannya adalah Anda menghentikan permainan untuk VAR. Ronaldo telah menyikut lawan dan itu seharusnya merupakan kartu merah,” ungkap sang manajer Iran tersebut.

Itu bukan soal apakah pelakunya [Lionel] Messi atau Ronaldo. Itu kartu merah! Pertanyaan untuk saya bukan tentang wasit, ini tentang sikap, keberanian dan karakter. Keputusan harus jelas untuk semua orang.”

“Menurut pendapat saya, tuan Infantino dan FIFA, semua orang harus setuju bahwa VAR tidak berjalan dengan baik, itulah kenyataannya. Ada banyak keluhan terhadap VAR,” jelasnya.

“Siapa yang mengambil keputusan dalam pertandingan? Kami berhak untuk tahu. Kita punya VAR. Kesalahan manusia sebelumnya, kami menerima itu.”

“Wasit di lapangan mencuci tangan mereka, menutupi diri dengan keputusan orang-orang di atas,” tegas pria berusia 65 tahun tersebut.

“Orang-orang di atas tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Jika Anda menerapkan VAR, untuk kemudian membuat kesalahan? Ketika Anda memiliki teknologi tinggi, pelatihan, dan lima orang duduk di atas, dan mereka tidak melihat sikutan tersebut? Itu tidak bisa dipercaya, itu konyol,” pungkasnya.