JAKARTA - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan pengguna internet Indonesia akan adanya serangan malware Dark Caracal dengan target perangkat mobile dengan berbagai modus.

Dalam keterangannya di Twitternya,  Selasa (23/1/2018) badan ini menyebutkan malware ini menyaru salah satunya dengan menyamar sebagai aplikasi palsu lalu menyebar dengan teknik spearsphising.

Teknik spearsphising merupakan cara  untuk menyebarkan infeksi melalui komunikasi email, SMS, media sosial dengan menyaru  seolah-olah berasal dari rekan kerja atau teman yang dikenal korban sebelumnya.

Parahnya, tak hanya menargetkan perangkat mobile, ada indikasi bahwa malware ini juga bisa diimplementasikan pada perangkat lainnya. Waspada, sebelum hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

Begitu korban mengunduh aplikasi palsu yang menyaru tersebut, malware Dark Caracal akan berjalan otomatis di smartphone, sementara pengguna tak menyadarinya. Sebagai informsi, malware ini sudah tersebar sejak Januari 2012. Sejauh ini, Dark Caracal menyebar dan terbagi dalam enam babak tahapan. Dan di awal tahun ini (2018), malware ini telah menyerang pengguna di 21 negara.