JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan berencana akan menggelar sidang putusan terhadap terdakwa Aman Abdurrahman atas kasus dugaan keterlibatan dalam aksi terorisme pada Juni 2018 mendatang, atau tepatnya setelah Hari Raya Idul Fitri. Hal itu disampaikan oleh Hakim Ketua Akhmad Jaini saat sidang replik dan duplik terdakwa Aman. "Putusan hakim kita bacakan pada Jumat tanggal 22 Juni 2018 setelah Lebaran jam 09.00 WIB," kata Akhmad, Rabu (30/5/2018).

Menurutnya, pada sidang putusan tersebut, terdakwa Aman diminta untuk dihadirkan di persidangan. "Hadirkan terdakwa," singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Aman menjalani sidang replik atau tanggapan jaksa atas pembelaan (pledoi) yang disampaikan oleh terdakwa Aman. Jaksa pun meminta kepada majelis hakim untuk menolak pembelaan terdakwa tersebut. Alasannya, jaksa meyakini jika terdakwa merupakan sebagai penggerak sejumlah teror di Indonesia. "Kami tim jaksa penuntut umum memohon kepada majelis hakim Yang Mulia untuk menolak seluruh pembelaan Aman Abdurrahman," ujar jaksa Anita Dewayani membacakan jawaban atas pleidoi (replik) Aman.