BREAKINGNEWS.CO.ID--Atlet yunior berkuda Equesatrian Indonesia , Muhammad Akbar Kurniawan, kembali turun bertanding di Kejuaraan Equinara Open yang berlangsung Jumat hingga Minggu, 22-24 November, di Jakarta International Equestrian Pulomas (JIEP), Pulomas, Jakarta.

Aan, sapaan akrab dari anak sulung keluarga Ir.H.Fatchul Anas, tampil atas nama SMA Islam Al Azhar Kelapa Gading, Jakarta Timur.

Di hari pertama yang memainkan Kelas Dressage (tunggang serasi), Aan turun di dua nomor yaitu Medium Open dan Advance Open.

Tanpa rasa lelah meski baru semalam tiba di Jakarta setelah mewakili Indonesia di Kejuaraan CSIJ-B Princess Open di Bangkok, Thailand (masuk lima besar dari 11 kompetitor asal Asia) Aan tetap tampil fokus dan mendapat nilai 70% dari juri asal Malaysia dan menempati peringkat pertama di Medium Open.

Di nomor yang lebih tinggi, Advance Open, Aan harus mengakui keunggulan senior-seniornya dan harus puas di peringkat ketiga dengan persentase penilaian 66%.

Di hari berikutnya yang memainkan Kelas Jumping (lompat rintangan), Aan tetap turun di dua nomor kategori atas yang hanya diikuti rider-rider senior yang sudah berpengalaman dan menjadi andalan Indonesia di SEA Games dan Asian Games.

Di nomor 120 cm Open Aan turun dengan kuda Braveheart dan harus puas di peringkat ketiga di bawah Steven Menayang dan Andri Sutoyo.

Hari terakhir, di nomor 130 cm Open, Aan yang baru pertama kali turun di nomor ini bisa tampil lebih baik dengan kuda Prince Zizou untuk menempati peringkat kedua.

Total di Kejuaraan Equinara Open ini Aan mampu meraih satu medali emas, satu perak dan dua perunggu.

Aan tampak senang dengan hasil penampilannya di Equinara Open 2019 ini. Hal itu dikemukakannya seusai pertandingan hari terakhir, Minggu (24/11) sore. Ia terutama merespon penampilannya di Kelas 130 cm, di mana ia bersaing dengan para senior.

"Alhamdulillah bisa tampil percaya diri, meski awalnya sempat grogi. Bukan karena rintangannya yang lebih tinggi tetapi karena lawan-lawannya senior semua, bahkan di antaranya ada yang pernah melatih saya," ujar Aan.

Aan bertekad untuk berlatih lebih keras lagi.

"Saya akan tetap berlatih keras secara fisik dan teknik karena rintangannya yang lebih tinggi. Juga memperkuat mental bertanding agar tidak grogi menghadapi lawan-lawan yang lebih senior dan menang pengalaman tanding," jelas Aan.

"Tentunya saya berharap bisa meraih prestasi lebih baik lagi di kejuaraan berikutnya," tegas Aan.