BREAKINGNEWS.CO.ID - Terkait berita bohong atau hoax yang diakui oleh aktivis Ratna Sarumpaet pada Rabu (3/10/2018) lalu, menjadi sorotan dari berbagai pihak. Tak terkecuali politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq.

Menurutnya, kasus berita bohong tersebut terlepas dari apapun motif dan tujuannya adalah buruk. Mahfudz juga mengatakan dengan adanya berita bohong tersebut tidak membuat politik di Indonesia menjadi lebih baik.

"Ketika Ratna Sarumpaet sudah mengakui kebohongan dan kekeliruannya, lebih baik semua perdebatan seputar hal ini dihentikan. Rakyat indonesia butuh makanan yang sehat dan baik, termasuk makanan informasi," katanya kepada breakingnews.co.id saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Jum'at (5/10/2018).

Selain itu, dirinya juga mengatakan jika hoax yang dilancarkan oleh Ratna tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh elemen. Ia pun mengimbau untuk tidak membangun kehidupan politik dengan hoax dan tipu daya. "Ini pelajaran penting untuk semua elit dan politisi. Jangan bangun kehidupan politik kita dengan hoax dan tipu daya. Dari dan untuk siapapun dan dalam bentuk apapun," tegasnya.

Saat ditanya apakah apakah PKS diuntungkan dalam kasus Ratna tersebut, dirinya pun membantah. Ia menyebut jika dalam kasus tersebut tidak ada yang diuntungkan, malah sebaliknya. "Tidak ada pihak yang diuntungkan dengan kasus ini. Semua dirugikan," katanya kembali menegaskan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ratna Sarumpaet mengakui jika apa yang telah terjadi pada dirinya belakangan ini adalah rekayasa semata. Hal itu, disampaikannya dihadapan wartaean di kediamannya di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018). "Saya mohon maaf kepada Pak Prabowo Subianto dan Pak Amin Rais yang telah membela saya. Permohonan maaf ini saya sampaikan kepada semua pihak yang selama ini terdampak dengan isu ini," katanya.

Tak hanya itu, dirinya juga mengakui jika hal itu merupakan kesalahan yang fatal. "Apa yg saya katakan ini tidak ada penganiayaan. Alasan saya hanya dibuat hanya untuk kepada anak saya, ketika anak saya tanya saya jawab dipukul orang," terangnya. "Ternyata jawaban saya terus dikorek. Dan saya tidak pernah terbayangkan ide sebodoh itu.
Seminggu lamanya hanya berputar di keluarga saya," sambungnya.

Namun, dirinya membantah jika hal itu tidak ada hubungannya dengan politik.
"Tidak ada hubungannya dengan politik. Saya kembali melakukan kesalahan itu.
Saya tidak mencari kebenaran, sesuatu yang dianggap bodoh," ujarnya. "Tau-tau foto saya sudah beredar didepan Pak Prabowo. Mengorek apa yang terjadi. Saya masih diam dengan kebohongan itu. Waktu saya berpisah saya tau ini salah tapi saya tidak mencegah mereka. Jadi tidak ada penganiayaan, itu hanya pikiran yang diberikan setan entah dari mana," ucap Ratna.